Emas dalam Tren Tertekan, Ini yang Perlu Diwaspadai Investor

Ilustrasi emas. Foto: Pixabay

Emas dalam Tren Tertekan, Ini yang Perlu Diwaspadai Investor

Eko Nordiansyah • 23 April 2026 11:17

Jakarta: Harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini, seiring dominasi sentimen bearish baik dari sisi teknikal maupun fundamental. Pasangan XAU/USD saat ini menunjukkan kecenderungan pelemahan lanjutan setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan dalam beberapa sesi terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit mengatakan, secara teknikal, struktur pergerakan harga emas mengindikasikan tren turun yang semakin kuat. Hal ini tercermin dari posisi harga yang masih berada di bawah indikator Moving Average periode 21 dan 34, yang kini berfungsi sebagai dynamic resistance.

"Selama harga belum mampu menembus kedua level tersebut secara valid, potensi pembalikan arah masih tergolong terbatas. Bahkan, setelah sempat mengalami koreksi naik, emas kembali melanjutkan pola primary downtrend, menandakan tekanan jual masih mendominasi pasar," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 April 2026.

Berpotensi lanjutkan tren menurun

Dalam skenario jangka pendek, Geraldo mengungkapkan, harga emas diproyeksikan melanjutkan penurunan menuju area support terdekat di level 4.669. Level ini menjadi titik krusial yang akan menentukan apakah tekanan bearish akan berlanjut lebih dalam atau mulai terjadi konsolidasi.

"Jika tekanan jual masih berlanjut dan support tersebut ditembus, maka target penurunan berikutnya berada di kisaran 4.607. Area ini dipandang sebagai support lanjutan yang berpotensi menjadi titik penahanan sementara bagi harga," ujarnya.

(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti)

Meskipun demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati potensi koreksi teknikal yang bisa terjadi sewaktu-waktu, mengingat pergerakan dalam tren turun sering kali diiringi dengan fase retracement sebelum melanjutkan pelemahan.

"Namun, selama belum ada sinyal pembalikan yang kuat, seperti breakout di atas area resistance dinamis, bias pergerakan emas masih cenderung negatif," ungkap dia.

Penguatan dolar AS menekan harga emas

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas saat ini didorong oleh penguatan dolar Amerika Serikat yang masih cukup dominan. Kenaikan nilai dolar membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan cenderung menurun.

Selain itu, kebijakan moneter dari Federal Reserve yang masih mempertahankan suku bunga tinggi turut memperburuk tekanan terhadap logam mulia ini. Suku bunga yang tinggi meningkatkan daya tarik instrumen berbasis imbal hasil seperti obligasi pemerintah AS.

Kondisi ini menyebabkan investor lebih memilih aset yang memberikan yield dibandingkan emas yang tidak menghasilkan bunga. Sejalan dengan itu, kenaikan yield obligasi AS juga memperbesar opportunity cost dalam memegang emas, sehingga mendorong arus dana keluar dari pasar logam mulia.

Sentimen risk-on di pasar keuangan global juga menjadi faktor tambahan yang menekan harga emas. Ketika kondisi pasar relatif stabil dan investor lebih berani mengambil risiko, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas cenderung menurun. Hal ini semakin memperkuat bias bearish yang saat ini mendominasi pergerakan XAU/USD.

Dengan kombinasi tekanan teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas hari ini masih berpotensi melanjutkan tren penurunan dengan target utama di level 4.669 dan kemungkinan ekstensi ke 4.607.

"Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance kunci, prospek jangka pendek emas masih akan dibayangi tekanan jual yang cukup kuat," tegas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)