PLN IP Tancap Gas di Energi Terbesar Asia Tenggara

Kolaborasi PLN IP dan PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) memperkuat industri panel surya nasional. Foto: Dok istimewa

PLN IP Tancap Gas di Energi Terbesar Asia Tenggara

Eko Nordiansyah • 23 April 2026 15:50

Jakarta: PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mendukung transisi energi nasional melalui partisipasi aktif dalam ajang Solartech Indonesia 2026 yang digelar pada 22–24 April 2026 di JIEXPO Kemayoran Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh GEM Indonesia dan menjadi salah satu pameran energi terbarukan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta menegaskan, keikutsertaan PLN IP dalam forum ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. PLN IP dalam berkomitmen mendukung ekosistem transisi energi.

“Melalui anak usaha PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia, dan PLN Indonesia Power Services, kami berkomitmen menghadirkan energi bersih serta mendukung pencapaian RUPTL melalui pengembangan infrastruktur dan PLTS di seluruh Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2026.

Presiden Direktur GEM Indonesia Baki Lee menyatakan, forum ini menjadi momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor energi, khususnya kelistrikan. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam kesempatan tersebut, mulai dari pemerintah, hingga CEO dari asosiasi kelistrikan di Indonesia seperti APAMSI, APTIKNAS dan APERLINDO.

“Pameran internasional ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan mendukung industri kelistrikan yang ada di Indonesia,” ujar dia.
 



(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Targetkan 100 GW PLTS

Sementara itu, Sekretaris Direktur Jenderal Gakkum Kementerian ESDM Sahid Junaidi menyampaikan, pemerintah tengah menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terbaru yang selaras dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060. Ia menegaskan, energi surya memiliki potensi terbesar dibandingkan sumber energi baru terbarukan lainnya, termasuk melalui pengembangan rooftop solar PV.

“Pemerintah juga mendorong percepatan pemanfaatan energi surya. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 Gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan (2026–2028) guna mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional. Kami berharap dukungan seluruh pihak untuk mewujudkan swasembada energi bersih di Indonesia,” ungkap Sahid.

Dalam ajang ini, PLN IP menampilkan berbagai inovasi transisi energi melalui anak usahanya, yakni PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia, dan PLN Indonesia Power Services. PLN IP juga menghadirkan Bareto Coffee, mitra binaan PLN UBP Saguling, sebagai bagian dari dukungan terhadap pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi lokal.

“Partisipasi aktif ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat perannya sebagai motor penggerak transformasi energi nasional menuju masa depan yang berkelanjutan,” ujar Bernadus.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)