150 Pekerja Migran Ilegal Dideportasi dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai

Ilustrasi kedatangan PMI nonprydi Pelabuhan Dumai usai dideportasi Malaysia. ANTARA/HO-BP3MI Riau

150 Pekerja Migran Ilegal Dideportasi dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai

Silvana Febiari • 27 April 2026 11:16

Pekanbaru: Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Riau kembali menerima 150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang dideportasi dari Malaysia lewat Pelabuhan Dumai.

Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu Kurniawan mengatakan para PMI tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Aceh, Riau, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jambi, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Maluku.

“Para PMI tersebut dipulangkan ke Tanah Air menggunakan kapal Indomal Kingdom pada Sabtu (25 April). Dari 150 orang PMI, terdiri atas 68 laki-laki dan 82 perempuan,” kata Fanny, dilansir dari Antara, Senin, 27 April 2026. 
 


Ia menjelaskan, sebagian besar PMI dalam kondisi sehat. Namun, terdapat pula yang mengalami gangguan kesehatan di antaranya hipertensi, diabetes, patah kaki, hingga mengidap HIV.

BP3MI Riau memastikan seluruh PMI yang tiba di Dumai didata dan difasilitasi untuk dipulangkan ke daerah asal agar dapat kembali berkumpul dengan keluarga. Setelah pemeriksaan awal, BP3MI Riau bersama P4MI Kota Dumai juga memberikan layanan perlindungan, pendampingan, serta informasi kepada para PMI tersebut.

“Para PMI kemudian kami bawa ke Rumah Ramah Pekerja Migran Indonesia di P4MI Kota Dumai untuk pendataan lanjutan, pelayanan, dan fasilitasi sambil menunggu proses pemulangan ke daerah asal masing-masing,” ujarnya.


Pekerja Migran Indonesia saat akan kembali ke daerah asal. Foto: Ilustrasi dok MI/Moh Irfan.


Pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak tergiur bekerja ke luar negeri secara ilegal. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko bekerja secara non-prosedural hingga berujung deportasi.

“Kehadiran kami bukan hanya menjemput, tetapi juga memulihkan dan menyampaikan bahwa negara tidak diam,” ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)