Foto cakrawala kota Hong Kong yang diterangi oleh badai petir yang dahsyat di malam hari. (Nick Kwan/Pexels)
7 Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar di Dunia
Riza Aslam Khaeron • 28 May 2026 16:04
Jakarta: Konsumsi listrik adalah salah satu cermin paling jujur dari kemajuan suatu negara — seberapa dinamis ekonominya berputar, seberapa padat industrinya berproduksi, dan seberapa merata masyarakatnya telah menikmati elektrifikasi. Negara dengan tingkat konsumsi listrik yang masif tidak selalu memiliki populasi terbesar, melainkan mereka yang memiliki aktivitas ekonomi paling bergeliat.
Setiap tahun, lembaga kajian energi independen asal Inggris yang berfokus pada transisi energi bersih, Ember, merilis laporan komprehensif mengenai pembangkitan, kapasitas, emisi, impor, hingga permintaan listrik di lebih dari 200 wilayah global.
Data yang dihimpun Ember berasal dari berbagai sumber tepercaya lintas negara, seperti Badan Energi Nasional (IEA), Eurostat, Energy Institute, PBB, hingga sumber nasional seperti Biro Statistik Nasional Tiongkok. Data terakhir diperbarui pada 24 April 2026.
Lantas, negara mana saja yang mendominasi konsumsi listrik global saat ini? Berikut adalah tujuh negara dengan konsumsi listrik tertinggi di dunia pada tahun 2025.
1. Tiongkok — 10.560,24 TWh
Tiongkok kukuh di posisi puncak dengan selisih yang sangat lebar dibanding negara-negara lainnya. Pada 2025, konsumsi listrik Negeri Tirai Bambu ini menembus angka fantastis 10.560,24 Terawatt-jam (TWh). Jumlah ini mengalami lonjakan sebesar 490,36 TWh atau sekitar 4,87 persen dari tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan ini sekaligus menempatkan Tiongkok sebagai motor penggerak utama permintaan listrik global.IEA mencatat bahwa porsi listrik dalam bauran konsumsi energi final Tiongkok telah mencapai 28 persen. angka ini lebih tinggi ketimbang Amerika Serikat maupun Uni Eropa. Sepanjang periode 2022–2024, sektor industri menyumbang hampir separuh dari total pertumbuhan permintaan listrik di negara ini, sementara sektor komersial dan rumah tangga menyumbang sekitar 40 persen sisanya.
2. Amerika Serikat — 4.535,81 TWh
Amerika Serikat (AS) menempati peringkat kedua dengan konsumsi listrik mencapai 4.535,81 TWh pada tahun 2025, tumbuh 130,98 TWh atau sebesar 2,97 persen dibanding tahun 2024.Meskipun jumlah penduduknya jauh lebih kecil daripada Tiongkok atau India, skala konsumsi energi AS tetap luar biasa besar karena ditopang oleh aktivitas ekonomi sektor jasa, gaya hidup modern, serta infrastruktur teknologi digital yang sangat masif.
Menurut laporan IEA, peningkatan konsumsi listrik di AS terutama didorong oleh ekspansi pusat data, akselerasi elektrifikasi rumah tangga, adopsi kendaraan listrik, serta pembangunan fasilitas manufaktur baru berteknologi tinggi seperti pabrik semikonduktor.
Tren ekspansif ini terus berlanjut hingga tahun 2025, terutama dipicu oleh lonjakan kebutuhan komputasi untuk kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan layanan komputasi awan (cloud computing) yang membutuhkan daya listrik tanpa henti.
3. India — 2.082,82 TWh
Di urutan ketiga, India mencatatkan konsumsi listrik sebesar 2.082,82 TWh pada tahun 2025, naik 48,60 TWh atau sekitar 2,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia yang tengah mengalami urbanisasi kilat dan industrialisasi besar-besaran, India diproyeksikan akan menjadi episentrum pertumbuhan permintaan listrik global paling signifikan dalam dekade-dekade mendatang.
Permintaan energi yang tinggi di India tersebar di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, manufaktur, pembangunan infrastruktur kota, transportasi publik, hingga industri teknologi.
Selain itu, kebutuhan akan pendingin ruangan yang kian melonjak akibat gelombang panas ekstrem yang semakin sering melanda wilayah Asia Selatan juga berkontribusi besar pada lonjakan konsumsi listrik domestik.

Ilustrasi citra satelit bumi di malam hari. (NASA via National Geographic)
4. Rusia — 1.176,11 TWh
Rusia menduduki peringkat keempat dengan konsumsi listrik sebesar 1.176,11 TWh. Menariknya, Rusia menjadi satu-satunya negara dalam daftar ini yang mengalami tren penurunan konsumsi, yakni berkurang sebesar 16,80 TWh atau turun 1,41 persen ketimbang 2024.Kendati demikian, posisi Rusia di papan atas global tetap tak tergoyahkan berkat basis industri berat dan kebutuhan domestik yang memang sudah sangat besar sejak awal. Tingginya angka konsumsi listrik di Rusia sangat dipengaruhi oleh faktor geografis wilayahnya yang membentang dari Eropa Timur hingga Samudra Pasifik.
Kebutuhan sistem pemanas ruang yang masif selama musim dingin ekstrem, sektor pertambangan mineral, pengolahan energi fosil, serta jaringan infrastruktur transkontinental menjadi pilar utama penyerap daya listrik di negara ini.
| Baca Juga: 7 Negara Eksportir Pangan Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk Daftar |
5. Jepang — 1.029,86 TWh
Jepang berada di posisi kelima dengan konsumsi listrik mencapai 1.029,86 TWh pada tahun 2025, mencatatkan kenaikan tipis sebesar 13,47 TWh atau sekitar 1,33 persen. Sebagai salah satu negara paling maju di dunia dengan kekuatan utama di sektor otomotif, elektronik, mesin presisi, dan jasa bernilai tambah tinggi, Jepang mempertahankan kebutuhan listrik yang besar meskipun populasinya cenderung menyusut.Konsumsi listrik di Negeri Sakura ini sangat dipengaruhi oleh kepadatan tata kota, sistem transportasi publik berbasis rel listrik yang terintegrasi, pemanfaatan teknologi tinggi di berbagai lini kehidupan, serta penggunaan pendingin ruangan yang intensif selama musim panas.
IEA mencatat bahwa negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan akan kembali mengalami kenaikan permintaan listrik kembali setelah sempat berada di fase stagnan selama beberapa tahun.
6. Brasil — 762,12 TWh
Brasil menempati posisi keenam dengan total konsumsi listrik sebesar 762,12 TWh, tumbuh tipis 4,81 TWh atau 0,64 persen dari tahun 2024. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Amerika Latin, Brasil memerlukan pasokan listrik skala besar untuk menggerakkan sektor industri, pertanian modern, pertambangan, sistem transportasi, hingga kebutuhan rumah tangga di kota-kota megapolitan seperti São Paulo dan Rio de Janeiro.Meskipun laju pertumbuhannya relatif moderat dibandingkan negara berkembang lainnya di Asia, Brasil tetap mengukuhkan diri sebagai konsumen listrik terbesar di belahan bumi selatan dan salah satu yang paling dominan di dunia.
7. Kanada — 645,63 TWh
Kanada menutup draf di peringkat ketujuh dengan konsumsi listrik mencapai 645,63 TWh pada tahun 2025, naik sebesar 21,27 TWh atau tumbuh 3,41 persen dari tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan yang solid ini berhasil menjaga posisi Kanada tetap berada di atas negara-negara industri maju lainnya seperti Korea Selatan, Jerman, dan Prancis.Apabila dihitung per kapita, konsumsi listrik di Kanada tergolong sangat tinggi mengingat jumlah populasinya yang relatif sedikit. Tingginya angka ini tidak terlepas dari faktor iklim dingin ekstrem yang menuntut penggunaan sistem pemanas sepanjang tahun, dominasi industri ekstraktif dan pertambangan berskala besar, sektor manufaktur, serta kebutuhan transmisi energi lintas wilayah yang sangat luas.