Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: dok Kementerian ESDM.
Harga Gas LNG Industri Jadi USD13/MMBTU, Bahlil: Arahan Presiden!
Husen Miftahudin • 29 June 2026 14:44
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memutuskan untuk memangkas harga gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) bagi industri menjadi USD13 per Metric Million British Thermal Unit (MMBTU).
Langkah ini menjadi upaya pemerintah untuk menjaga keberlangsungan industri di tengah 'mencekiknya' kenaikan harga gas industri. Hal itu juga untuk mencegah terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Bahlil mengakui, penurunan harga LNG merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto di tengah kenaikan harga gas industri yang telah mencapai USD20 per MMBTU hingga USD23 per MMBTU.
"Setelah kita menghitung dan kami sudah bertemu dengan Bapak Presiden, (harga LNG) diturunkan menjadi USD13 per MMBTU. Jadi dari USD20 sampai USD23 per MMBTU, sekarang diturunkan menjadi USD13," ucap Bahlil dalam keterangan pers usai rapat pimpinan DPR bersama pemerintah terkait kebijakan fiskal dan moneter, Senin, 29 Juni 2026.
Dijelaskan lebih lanjut, mahalnya harga LNG industri disebabkan oleh penurunan produksi kilang gas di wilayah barat yang meng-cover Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Kondisi tersebut menyebabkan industri menggunakan gas LNG.
LNG dipasok dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa daerah luar Jawa lainnya. Kondisi itu yang kemudian membuat harga LNG naik dan melonjak di pasaran menjadi USD20 per MMBTU hingga USD23 per MMBTU.
"Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta pemerintah harus turun tangan," tutur Bahlil.
"Teman-teman semua kenapa ini terjadi? Karena memang untuk LNG kenapa harganya tinggi? Dia itu diambil dari daerah-daerah yang butuh cost transportasi. Kemudian dilakukan regasifikasi ulang, kemudian baru dikirim lewat pipa, itulah biaya yang timbul," tambah dia.
| Baca juga: Dasco: Penurunan Harga Gas Industri Kabar Gembira bagi Pengusaha dan Pekerja |

(Ilustrasi gas bumi. Foto: dok Istimewa)
Pasokan gas dipastikan aman
Bahlil menegaskan persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan pasokan gas, melainkan pada tingginya harga LNG yang harus ditanggung industri.
"Jadi masalahnya bukan tidak adanya gas. Gas ada, tapi harga LNG-nya yang mahal," tegas dia.
Menurut dia, tingginya harga LNG menjadi salah satu alasan pelaku industri meminta pemerintah turun tangan agar biaya energi dapat lebih terkendali.
Selain memangkas harga LNG, pemerintah memastikan harga gas bumi tertentu (HGBT) tetap berada di kisaran USD6,5 hingga USD7 per MMBTU.
Sementara itu, harga gas pipa untuk industri non-HGBT di wilayah Jawa dipertahankan di level USD9,6 per MMBTU.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjaga daya saing industri nasional di tengah tekanan biaya produksi serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan operasional.