Tabel Desil 1-10 Berdasarkan Pengeluaran Hoaks, Simak Penjelasannya

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Tabel Desil 1-10 Berdasarkan Pengeluaran Hoaks, Simak Penjelasannya

Eko Nordiansyah • 27 June 2026 13:15

Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) membantah tabel desil berdasarkan pengeluaran yang beredar dimasyarakat. Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial melalui @pusdatinkesos, memastikan informasi yang beredar adalah hoaks.

"Belakangan ini beredar infografis Sistem Desil Terbaru 2026 yang mengaitkan desil dengan nominal pengeluaran, kondisi rumah, hingga status bantuan sosial. Faktanya, infografis tersebut bukan dibuat oleh Kementerian Sosial," tulis Kemensos dikutip Sabtu, 27 Juni 2027. 

Kemensos menjelaskan, melalui Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 22/HUK/2026, peringkat kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) digunakan sebagai peringkat kesejahteraan keluarga dari desil 1 hingga desil 10, yaitu:

  • Desil 1 merupakan 10 persen kelompok kesejahteraan terbawah. 
  • Desil 2 adalah 10 persen kelompok di atasnya dan seterusnya sampai Desil 10 adalah 10 persen kelompok kesejahteraan paling sejahtera
DTSEN tidak digunakan untuk mengategorikan masyarakat berdasarkan besaran pengeluaran per kapita per bulan. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) tidak pernah mempublikasikan besaran pengeluaran berdasarkan desil. 

"Informasi yang mencantumkan nominal pengeluaran dan label kesejahteraan tertentu  bukan merupakan informasi resmi dari Kemensos maupun BPS," tulis akun tersebut.

(Postingan di akun @pusdatinkesos. Foto: Dok istimewa)

Apa itu desil?

Melansir dari laman @pusdatinkesos, desil merupakan kategori tingkatan finansial dalam suatu keluarga, terdiri dari 1 sampai 10, berikut lengkapnya:
  • Desil 1 (Sangat miskin): Dikategorikan sebagai miskin ekstrem dan menjadi prioritas utama pemerintah dalam menerima program bantuan pemerintah.
  • Desil 2 (Miskin): Dikategorikan sebagai miskin dan termasuk sasaran utama bansos pemerintah.
  • Desil 3 (Hampir Miskin): Kelompok yang kondisi ekonominya mulai membaik, tetapi masih rentan mengalami kesulitan keuangan.
  • Desil 4 (Rentan Miskin): Kelompok dengan kondisi ekonomi yang cukup, namun masih rentan terdampak krisis finansial.
  • Desil 5 (Menengah Bawah): Termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah yang relatif stabil, dengan peluang menerima bantuan yang lebih terbatas dan bersifat khusus.
  • Desil 6-10: (Menengah-Sejahtera): Dikategorikan sebagai kondisi ekonomi cukup hingga sejahtera sehingga tidak menjadi prioritas bansos rutin.

(Eko Nordiansyah)