Houthi Klaim Tembak Jatuh Pesawat Tempur F-15 Milik Arab Saudi di Marib

Houthi mengklaim menembak jatuh pesawat jet tempur F-15 Saudi di Marib, Yaman.

Houthi Klaim Tembak Jatuh Pesawat Tempur F-15 Milik Arab Saudi di Marib

Willy Haryono • 16 September 2026 14:52

Sanaa: Kelompok pemberontak Houthi asal Yaman mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat jet tempur F-15 milik Arab Saudi di atas Provinsi Marib, Yaman timur laut, Rabu, 16 September 2026.

Klaim tersebut muncul ketika permusuhan antara kedua pihak memasuki fase baru dengan meningkatnya operasi udara dan serangan lintas perbatasan.

Mengutip dari Xinhua, juru bicara militer Houthi Yahya Sarea mengatakan jet milik Saudi itu ditembak dengan menggunakan rudal permukaan-ke-udara yang diproduksi di dalam negeri.

Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi, Sarea mengatakan F-15 tersebut sedang melakukan "operasi agresif" untuk mendukung pasukan Yaman yang didukung Saudi di Marib.

Menurut Sarea, pasukan Houthi kemudian menembakkan rudal pertahanan udara buatan lokal ke dua formasi pesawat tempur Saudi, yang terdiri dari jet F-15 dan Typhoon.

Ia mengatakan pesawat-pesawat tersebut memasuki wilayah udara Marib untuk mencari puing-puing jet yang diklaim ditembak jatuh, tetapi kemudian mundur setelah mendapat serangan.

Belum ada komentar langsung dari otoritas Saudi mengenai klaim tersebut. Laporan mengenai jatuhnya jet tempur juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Houthi Klaim 450 Serangan Udara

Sarea juga mengatakan jet tempur F-15 dan Typhoon Saudi telah melancarkan lebih dari 450 serangan udara di tujuh provinsi Yaman selama sepekan terakhir.

Ia mengeklaim serangan tersebut menimbulkan korban dari kalangan warga sipil, tetapi tidak memberikan jumlah keseluruhan korban.

Sarea menegaskan Houthi akan terus menggunakan "segala cara yang tersedia" untuk menghadapi apa yang disebut kelompok tersebut sebagai "pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Yaman."

Pernyataan Houthi tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan udara dan aktivitas militer lintas perbatasan antara kelompok tersebut dan Arab Saudi.

Bantah Targetkan Makkah

Dalam pernyataan yang sama, Sarea membantah tuduhan Saudi bahwa Houthi berupaya menyerang Makkah.

Ia mengatakan kelompoknya "tidak menimbulkan bahaya" terhadap situs-situs suci Islam. Menurut Houthi, operasi lintas perbatasan yang dilakukan kelompok tersebut menyasar fasilitas minyak dan pangkalan militer Saudi.

Bantahan itu disampaikan sehari setelah koalisi pimpinan Saudi mengatakan pertahanan udara negaranya mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi di sebelah selatan Mekkah.

Menurut koalisi Saudi, drone tersebut dicegat sebelum memasuki wilayah udara yang dilarang di atas kota suci tersebut. Houthi sebelumnya juga membantah tudingan bahwa kelompok tersebut menargetkan situs-situs suci Islam.

Konflik di Yaman telah berlangsung sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah pada 2014. Koalisi Arab yang dipimpin Saudi kemudian melakukan intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Dalam beberapa pekan terakhir, bentrokan dan serangan udara kembali meningkat setelah periode relatif tenang.

Baca juga: OKI Kecam Serangan Drone Houthi di Wilayah Makkah dan Madinah

(Willy Haryono)