Viral Pusaran Debu di Mataram, BMKG: Fenomena Dust Devil

Tangkapan layar kolom pusaran debu yang diunggah pengguna Instagram @suryawisatalombok di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (17/9/2026). ANTARA/Sugiharto Purnama

Viral Pusaran Debu di Mataram, BMKG: Fenomena Dust Devil

Lukman Diah Sari • 17 September 2026 20:28

Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab kemunculan fenomena pusaran debu yang terekam dalam sebuah video viral di media sosial Instagram di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Ari Wibianto, mengatakan fenomena itu terjadi saat kondisi cuaca cerah tanpa tutupan awan.

"Fenomena itu dapat dikategorikan sebagai dust devil yang secara visual terlihat seperti pusaran angin skala kecil yang dapat mengangkat debu, pasir, daun ataupun material kecil ringan," ujar Ari saat dihubungi di Mataram, Kamis, 17 September 2026, melansir Antara.

Ari menjelaskan, dust devil (setan debu) terbentuk akibat pemanasan permukaan bumi yang kuat oleh sinar matahari. Kondisi tersebut membuat udara di dekat permukaan menjadi lebih hangat dan naik dengan cepat.

Kenaikan udara hangat itu kemudian membentuk gerakan vertikal yang cepat, sehingga menarik partikel-partikel debu dan pasir dari permukaan tanah.

"Pada saat yang sama, udara yang lebih dingin dan lebih padat dari lapisan atas mengalir menggantikan udara panas yang naik, menciptakan gerakan siklus aliran udara yang berputar," papar Ari.

Sebelumnya, pada Kamis, 17 September 2026, sebuah video berdurasi 49 detik yang diunggah akun Instagram @suryawisatalombok memperlihatkan pusaran debu di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram.

Fenomena pusaran angin yang menerbangkan dedaunan kering tersebut terjadi sekitar pukul 13.40 Wita dan sontak menyita perhatian para pengendara yang melintas.

(Lukman Diah Sari)