Ilustrasi--Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (MI/Arnoldus)
1.631 Calon Penumpang Tujuan Timur Tengah Tertahan di Bandara Ngurah Rai Bali
Whisnu Mardiansyah • 1 March 2026 15:29
Badung: Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran berdampak langsung pada sektor penerbangan di Indonesia. PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat sebanyak lima penerbangan internasional tujuan Timur Tengah batal diberangkatkan pada hari Minggu, 1 Maret 2026. Akibatnya, lebih dari 1.600 calon penumpang tertahan.
"Untuk saat ini kami ada lima penerbangan keberangkatan yang dibatalkan. Sesuai dengan data kami terima, kurang lebih ada 1.631 penumpang," kata Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi di Kabupaten Badung seperti dilansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.
Eka Sandi menjelaskan, ribuan penumpang tersebut merupakan akumulasi sejak Sabtu. Mereka adalah calon penumpang dari tiga maskapai besar Timur Tengah, yaitu Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah pesawat milik Emirates, Qatar Airways, dan Etihad masih terparkir di apron Bandara I Gusti Ngurah Rai. Menanggapi situasi ini, Eka Sandi memastikan para penumpang terdampak mendapatkan penanganan.
Sebagian besar, khususnya yang sejak Sabtu telah berada di bandara, ditempatkan di hotel oleh maskapai masing-masing. Sementara calon penumpang lainnya yang belum tiba di bandara memilih untuk tidak berangkat karena telah mengetahui situasi melalui koordinasi dengan maskapai.
"Kami bekerja sama dengan pihak maskapai untuk memastikan kembali para penumpang yang terdampak. Ada yang dihotelkan, dan kami dari pihak bandara menyiapkan help desk untuk membantu maskapai memberikan pelayanan. Tujuannya agar saat penumpang mengajukan pengembalian dana, mengubah rute, atau mengubah jadwal, mereka merasa terlayani dengan baik," ujar Eka Sandi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan kelima penerbangan tersebut dapat kembali beroperasi normal. Pasalnya, ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan sebagian Suriah, masih ditutup.

Ilustrasi. Foto: dok Garuda Indonesia.
Pihak bandara berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi. Fasilitas help desk akan tetap dibuka hingga seluruh permasalahan penumpang terdampak dapat tertangani. Eka Sandi juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan bandara, seperti AirNav dan pihak keamanan, untuk memastikan kelancaran jika ada penumpang yang belum mendapatkan informasi.
Secara umum, di luar kelima rute yang melintasi negara-negara dengan ruang udara tertutup, seluruh penerbangan domestik dan internasional lainnya dari dan menuju Bali dipastikan berjalan normal.
Berikut kelima penerbangan yang terdampak penutupan ruang udara itu meliputi:
-
Etihad Airways (EY477) dengan jadwal terbang Sabtu pukul 18.45 Wita, rute Denpasar (DPS) menuju Abu Dhabi (AUH).
-
Emirates (EK369) dengan jadwal terbang Sabtu pukul 19.45 Wita, rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB).
-
Qatar Airways (QR963) dengan jadwal terbang Sabtu pukul 18.50 Wita, rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH).
-
Emirates (EK399) dengan jadwal terbang Minggu dini hari pukul 00.25 Wita, rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB).
-
Qatar Airways (QR961) dengan jadwal terbang Minggu dini hari pukul 00.30 Wita, rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH).