Ilustrasi penerbangan komersil. (Metrotvnews.com)
AS Perketat Tekanan Ekonomi terhadap Iran lewat Sanksi Sektor Penerbangan
Muhammad Reyhansyah • 9 September 2026 09:24
Washington: Amerika Serikat (AS) memperluas tekanan ekonominya terhadap Iran dengan menjatuhkan paket sanksi baru yang menyasar sektor penerbangan negara tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk semakin mengisolasi Teheran dan memangkas jalur ekonomi yang menopang pemerintah Iran.
Departemen Keuangan AS pada Selasa, 8 September 2026 mengumumkan 36 sanksi terkait Iran terhadap maskapai komersial dan penerbangan swasta dalam operasi yang disebut "Operation Economic Outcast."
Sanksi tersebut memperluas tindakan terhadap Mahan Air, sekaligus menargetkan perusahaan penerbangan lain di Iran serta perusahaan yang menyediakan layanan bagi industri tersebut.
"Di bawah Operation Economic Outcast, kami menjanjikan konsekuensi berat bagi mereka yang menyediakan jalur finansial bagi rezim Iran," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dikutip dari Al Jazeera.
"Hari ini, kami menepati janji tersebut dengan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan yang terus mendukung Mahan Air. Ini menjadi peringatan bagi siapa pun yang melakukan bisnis dengan maskapai Iran lainnya: Anda berisiko terputus dari sistem keuangan global," ujarnya.
Iran telah menghadapi sanksi ekonomi berat selama bertahun-tahun. Mahan Air sendiri telah dikenai sanksi Amerika Serikat sejak 2011 setelah Washington menuduh maskapai tersebut mendukung Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Tekanan terhadap Teheran meningkat sejak Trump kembali menjabat pada 2025. Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, sementara perang yang berkepanjangan tersebut kemudian diikuti serangkaian langkah baru Washington untuk memperketat tekanan ekonomi Iran.
Rentetan Sanksi AS
Trump sebelumnya menggambarkan gelombang sanksi terbaru sebagai "Economic D-Day," sedangkan Bessent menyebutnya sebagai sanksi paling keras dalam sejarah. Meski demikian, konflik militer antara kedua pihak terus berlanjut.Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam kebijakan terbaru Washington dengan mempertanyakan keputusan Amerika Serikat kembali mengandalkan sanksi setelah perang dan tekanan ekonomi sebelumnya dinilai gagal mencapai tujuannya.
“Mengapa setelah gagal mencapai tujuannya melalui sanksi atau perang, solusi ‘baru’ Washington adalah... lebih banyak sanksi. Serius?” tulis Araghchi dalam unggahan di media sosial pada Selasa.
Selain Mahan Air, sanksi terbaru juga menyasar perusahaan asing di Turki, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, dan Malaysia yang dituduh menyediakan suku cadang maupun layanan logistik bagi maskapai Iran. Aset pihak-pihak yang dikenai sanksi yang berada di bawah yurisdiksi Amerika Serikat juga akan dibekukan.
Sanksi tersebut menjadi bagian dari upaya Washington memutus jalur ekonomi Iran, di tengah perselisihan berkepanjangan mengenai Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan bahan bakar global.
Baca juga: AS Hancurkan 5 Tanker Minyak Iran setelah IRGC Serang Kapal Perang