AS mengklaim menghancurkan lima tanker minyak Iran setelah IRGC dua kali menyerang kapal AS. (Anadolu Agency)
AS Hancurkan 5 Tanker Minyak Iran setelah IRGC Serang Kapal Perang
Willy Haryono • 9 September 2026 06:25
Washington: Pasukan Amerika Serikat (AS) menghancurkan lima tanker minyak Iran setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dua kali melancarkan serangan rudal balistik terhadap kapal perang AS dalam dua hari terakhir.
Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 9 September 2026, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan kapal perang yang menjadi sasaran Iran berhasil menghindari serangan dan tetap melakukan patroli di perairan regional.
"Kapal perang AS berhasil menghindari upaya serangan Iran dan melanjutkan patroli di perairan regional. Tidak ada personel Amerika yang terluka," kata CENTCOM.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mengatakan Iran akan terus kehilangan kapal tanker setiap kali berupaya menyerang kapal perang AS.
"Iran terus berupaya menyerang kapal perang AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukannya, mereka akan kehilangan tanker. Dan saya pikir Anda akan melihatnya lagi hari ini," kata Rubio kepada wartawan saat berkunjung ke Kolombia.
Media Iran Tasnim melaporkan sebuah tanker terkena serangan di sekitar area jangkar Kharg Island. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan seluruh awak kapal telah dievakuasi.
Sementara itu, stasiun televisi pemerintah IRIB melaporkan dua tanker minyak lainnya diserang di dekat Pelabuhan Jask. Para awak kapal disebut berhasil dievakuasi ke daratan menggunakan sekoci.
Belum terdapat rincian lebih lanjut mengenai lima tanker yang disebut dihancurkan AS, termasuk nama kapal dan lokasi masing-masing insiden.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi global.
Ketegangan tetap meningkat meski kedua negara menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas.
Serangkaian serangan terbaru menunjukkan bahwa kesepakatan tersebut belum berhasil meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran di kawasan strategis tersebut.
Baca juga: IRGC Klaim Serang Kapal Induk dan Perusak AS dengan Rudal Balistik