Enam Anggota dan Simpatisan KKB Ikrar Kembali ke NKRI

Simpatisan KKB Kodap VIII/Intan Jaya mencium Bendera Merah Putih setelah menyatakan kembali ke NKRI di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. ANTARA/HO/Dok Satgas Habema

Enam Anggota dan Simpatisan KKB Ikrar Kembali ke NKRI

Whisnu Mardiansyah • 10 September 2026 15:31

Jayapura: Enam anggota dan simpatisan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Intan Jaya dan Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menyatakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Penerangan Satgas Koops TNI Habema Letnan Kolonel Infanteri Wirya Artadiguna mengatakan keputusan tersebut terjadi setelah prajurit TNI melakukan pendekatan secara humanis serta pembinaan teritorial di kedua wilayah.

Enam orang tersebut terdiri dari satu anggota KKB Kodap XXXIV/Beoga dan lima simpatisan KKB Kodap VIII/Intan Jaya. Mereka menyatakan ikrar kesetiaan kepada NKRI yang ditandai dengan mencium Bendera Merah Putih.

"Enam orang yang menyatakan kembali ke NKRI, yaitu Erison Murib alias Buton Murib (22) anggota KKB Kodap XXXIV/Beoga dan lima simpatisan KKB Kodap VIII/Intan Jaya, yaitu JJ, PB, RS, NS, dan MS. Mereka menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ditandai dengan mencium Bendera Merah Putih," kata Wirya Artadiguna dalam keterangannya di Jayapura, seperti dilansir Antara, Kamis, 10 September 2026.
 


Ikrar kesetiaan tersebut dilakukan di dua tempat dan waktu berbeda. Lima simpatisan KKB menyampaikan ikrar di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya, pada Minggu, 6 September 2026. Prosesi tersebut didampingi personel Satgas Yonif 744/SYB.

Sementara itu, Erison Murib alias Buton Murib, anggota KKB/OPM Kodap XXXIV/Beoga pimpinan Arodi Kulla, menyatakan kembali ke NKRI pada Senin, 7 September 2026. Ikrar berlangsung di lapangan Koramil 1717-03/Beoga, Kabupaten Puncak.

Wirya berharap keputusan tersebut dapat diikuti anggota KKB lainnya. Menurut dia, langkah itu dapat menjadi bagian dari upaya mengakhiri konflik bersenjata dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua.


Ilustrasi KKB. Foto: Istimewa. 


Berdasarkan laporan yang diterima, Erison sebelumnya memiliki peran sebagai pemasok logistik bagi kelompok bersenjata. Ia juga disebut terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019.

Setelah menyatakan kembali ke NKRI, Erison berharap dapat meneruskan pendidikan di Sekolah Alkitab.

"Dengan kembalinya simpatisan dan anggota KKB, diharapkan ke depan makin banyak yang sadar sehingga bersama-sama membangun Tanah Papua," kata Wirya Artadiguna.

(Whisnu M)