Bapanas: Bantuan Beras untuk 33,24 Juta KPM Cair Tiga Bulan Sekaligus

Ilustrasi, penerima bantuan pangan beras. Foto: dok Metrotvnews.com

Bapanas: Bantuan Beras untuk 33,24 Juta KPM Cair Tiga Bulan Sekaligus

Husen Miftahudin • 29 July 2026 11:58

Jakarta: Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bantuan pangan beras bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan disalurkan sekaligus untuk alokasi tiga bulan setelah anggaran sebesar Rp17,52 triliun mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
 
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan bantuan tersebut mencakup alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
 
"Persetujuannya dapat tiga bulan. Anggarannya Rp17,52 triliun. Awalnya mau satu bulan dahulu, tapi Kemenkeu memberikan ruang untuk langsung tiga bulan. Jadi bisa one shoot sekaligus tiga bulan," kata Ketut saat dikonfirmasi, dikutip dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026.
 
Usulan anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp17,52 triliun selanjutnya akan diproses menjadi Surat Penetapan Satuan Anggaran Bagian Anggaran (SP SABA).
 

 

Penyaluran dimulai Agustus

 
Sebelumnya, dalam rapat pengendalian inflasi di Kementerian Dalam Negeri pada Senin, 27 Juli 2026, pemerintah menyampaikan bantuan pangan beras akan disalurkan untuk alokasi satu bulan terlebih dahulu pada Agustus. Namun, berdasarkan perkembangan terbaru, Bapanas memastikan penyaluran dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
 
"Sebagaimana rapat di Kemenko Perekonomian sebelumnya bantuan pangan akan mulai diserahkan di Agustus. Tentu selanjutnya nanti ada penugasan dari Bapak Kepala Badan Pangan Nasional (Andi Amran Sulaiman) ke Perum Bulog," jelas Ketut.
 
Bapanas bersama Perum Bulog kini mematangkan persiapan penyaluran bantuan. Langkah tersebut didukung ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog yang mencapai 5,25 juta ton.
 
"Sehingga, dengan langkah-langkah ini, mudah-mudahan bisa juga segera mengendalikan harga beras di bulan Agustus nantinya," tutur Ketut.
 
Ketut mengatakan program bantuan pangan merupakan salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto yang direncanakan mulai disalurkan secara one shoot pada Agustus 2026. Sebanyak 997,2 ribu ton beras akan disalurkan kepada 33,24 juta KPM, dengan masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi tiga bulan.
 
Dibandingkan tahun sebelumnya, cakupan program bantuan pangan beras pada 2026 meningkat. Pada 2025, bantuan disalurkan untuk empat bulan alokasi, yakni Juni–Juli dan Oktober–November. Sementara pada 2026, program direncanakan berlangsung selama lima bulan alokasi.


(Ilustrasi bantuan pangan beras. Foto: Metrotvnews.com)
 

Tekan harga beras dan inflasi

 
Bapanas optimistis penyaluran hampir satu juta ton beras secara langsung kepada masyarakat dapat membantu menekan harga beras di pasar sekaligus menjaga inflasi pangan.
 
"Bayangkan 33 juta KPM kali tiga bulan berarti hampir satu juta ton beras. Ini langsung diterima di konsumen. Tentu kebutuhan orang membeli beras di pasar-pasar akan berkurang. Nah, pasti akan sedikit mengerem inflasi," imbuh Ketut.
 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras hingga pekan keempat Juli 2026 masih mengalami kenaikan. Namun, jumlah kabupaten dan kota yang mencatat penurunan IPH beras meningkat menjadi 43 daerah, dibandingkan 40 hingga 41 daerah pada pekan sebelumnya.
 
Sementara itu, inflasi beras secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026 tercatat 3,98 persen, lebih rendah dibandingkan 4,55 persen pada Mei 2026. Adapun inflasi beras secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juni 2026 sebesar 0,45 persen, atau masih berada di bawah level 1 persen sehingga mencerminkan pergerakan harga beras yang relatif terkendali.

(Husen Miftahudin)