Ilustrasi. Foto: Dok MI
Aliran Modal Asing Rp2,67 Triliun 'Kabur' dari Indonesia Pekan Ini
Eko Nordiansyah • 24 January 2026 11:38
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar ke Indonesia sebesar Rp2,67 triliun. Hal ini berdasarkan data transaksi pada 19-22 Januari 2026, dimana nonresiden di pasar keuangan domestik melakukan jual neto.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, aliran modal keluarterdiri dari jual neto sebesar Rp2,67 triliun di pasar saham, Rp1,44 triliun di pasar SBN, dan Rp1,85 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Selama tahun 2026, berdasarkan data setelmen sampai dengan 22 Januari 2026, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp8,02 triliun di pasar saham dan Rp1,89 triliun di pasar SBN, serta jual neto sebesar Rp2,67 triliun di SRBI," kata dia dalam keterangan dilansir di Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Ia mengungkapkan, BI terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Sementara itu, premi Credit Default Swaps (CDS) Indonesia lima tahun per 22 Januari 2026 sebesar 73,28 basis poin (bps). Angka ini naik dibanding dengan 15 Januari 2026 sebesar 70,86 bps.
Pergerakan rupiah
Adapun rupiah ditutup di level Rp16.880 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 22 Januari 2026. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,32 persen. Indeks Dolar (DXY) melemah ke level 98,36, sedangkan Yield US Treasury (UST) Note 10 tahun naik ke level 4,245 persen.Pada Jumat pagi, 23 Januari 2026, rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.850 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun stabil 6,33 persen.