Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)
Atasi Konflik Gajah, Presiden Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar untuk Pagar Way Kambas
Achmad Zulfikar Fazli • 12 March 2026 17:47
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran hingga Rp839 miliar untuk membangun pagar dan tanggul di sekitar Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung. Anggaran ini diperuntukkan sebagai upaya mengatasi konflik antara gajah dan manusia yang telah berlangsung lama di wilayah setempat.
Hal ini disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
"Terakhir, berapa bulan yang lalu salah seorang kepala desa terinjak gajah karena gajah berusaha masuk atau melintasi desa-desa, perumahan, maupun lahan pertanian, sampai salah seorang kepala desa meninggal," kata Raja Juli menceritakan salah satu potensi konflik gajah dan manusia di Way Kambas, dilansir dari Antara, Kamis, 12 Maret 2026.
Dia mengatakan rencana pembangunan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi satwa, sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan taman nasional.
Menurut Raja Juli, Presiden sempat menyampaikan bahwa dana yang disiapkan untuk proyek tersebut dapat mencapai maksimal Rp2 triliun. Namun, setelah dilakukan kajian teknis dan upaya efisiensi, kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar Rp839 miliar.
"Di London, ketika itu, Pak Presiden sudah menyampaikan bahwa maksimum Rp2 triliun akan diperuntukkan untuk pagar maupun tanggul di Way Kambas, sekaligus restorasi ekosistem. Tapi, kami berusaha mempelajari, dan kemudian melakukan efisiensi, ternyata kira-kira maksimum Rp839 miliar saja," kata dia.

Ilustrasi gajah. Antara/HO-Kementerian Kehutanan
Baca Juga:
Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah |
Dia menjelaskan pembangunan pagar dan tanggul tersebut bertujuan mencegah gajah keluar dari kawasan konservasi dan masuk ke permukiman warga maupun lahan pertanian.
Raja Juli mengatakan pemerintah sedang melakukan uji coba desain pagar dan tanggul dengan mempelajari pengalaman dari sejumlah negara seperti Afrika dan India dalam mengelola kawasan konservasi satwa liar.
Selain berfungsi sebagai pembatas kawasan, infrastruktur tersebut direncanakan menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Di sejumlah titik, kata dia, kawasan di sekitar pagar akan dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi seperti budidaya madu lebah.
“Jadi, alam terjaga, satwa terjaga, namun juga baik sekali bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri,” kata Raja Juli.