Presiden Prabowo menghadiri tasyakuran satu tahun Danantara. ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Prabowo Sebut Indonesia Bisa Produksi BBM dari Jagung dan Tebu
Achmad Zulfikar Fazli • 11 March 2026 21:36
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia memiliki berbagai alternatif sumber energi di tengah krisis global, termasuk kemampuan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dari jagung dan tebu.
"Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bahwa kita atasi masalah ini. Banyak negara dalam kondisi yang lebih menyedihkan daripada kita. Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya nanti singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, dari tebu," ujar Prabowo saat memberikan arahan pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut Prabowo, potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan krisis. Presiden menyatakan kondisi krisis dapat menjadi momentum untuk mempercepat upaya penguatan ketahanan nasional, termasuk di sektor energi.
Prabowo menyampaikan Indonesia memiliki sejumlah sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemandirian energi. Selain jagung dan tebu sebagai bahan baku energi, Indonesia memiliki cadangan kelapa sawit yang besar serta potensi singkong yang dinilai mencukupi.
Kepala Negara juga menyinggung potensi energi panas bumi yang dimiliki Indonesia. Menurut dia, cadangan geothermal Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan.
"Kita punya geothermal yang sangat besar, kalau tidak salah kedua cadangan terbesar di dunia, yang belum dieksploitasi sepenuhnya," ucap dia.
Baca Juga:
Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Stok Dialihkan ke Amerika-Afrika |
.jpg)
Ilustrasi BBM. Foto- dok Istimewa
Selain itu, Prabowo telah memerintahkan pengembangan energi terbarukan melalui tenaga surya. Dia menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt dalam waktu sesingkat mungkin.
"Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt. Itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya, dan kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," tegas dia.
Prabowo menilai krisis global dapat menjadi pendorong bagi Indonesia untuk mempercepat berbagai rencana yang telah disusun, termasuk program swasembada pangan dan swasembada energi.
"Saya yakin dan percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh kesulitan, memang penuh tantangan. Tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," ujar Prabowo.
"Kita sudah punya rencana swasembada pangan, alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya niat swasembada energi yang rencana kita yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi," tambah dia.