Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Stok Dialihkan ke Amerika-Afrika

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Dok YouTube Kementerian ESDM.

Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Stok Dialihkan ke Amerika-Afrika

Achmad Zulfikar Fazli • 11 March 2026 17:11

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tidak terpengaruh dengan ditutupnya Selat Hormuz akibat konflik Timur Tengah. Indonesia telah memiliki langkah antisipasi untuk menjamin ketersediaan BBM di dalam negeri.

“Nah, sekarang pertanyaannya. Selat Hormuz sekarang lagi ditutup. Berarti 20 persen minyak mentah sampai 25 itu ambilnya dari mana? Berkurang nih suplai kita. Kan ada yang bertanya kapal kita ditahan. Terus gimana pemerintah? Makanya jauh-jauh hari sebelum perang ini terjadi, atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami itu sudah menjajaki peluang untuk melahirkan order di negara lain," ujar Bahlil dalam program siniar Kementerian ESDM, Rabu, 11 Maret 2026.

"Dari mana saja? Ya itu di Amerika, di Angola, apalagi di beberapa negara di Afrika itu, sebagian punya Pertamina. Oke. Jadi itu yang kita geser," tambah dia.

Bahli menekankan meskipun Selat Hormuz ditutup, stok 20-25 persen impor minyak mentah yang seharusnya dipasok dari Timur Tengah sudah dialihkan ke negara lain.

Jika perang di Timur Tengah berlangsung lama, Bahlil menjelaskan Indonesia memiliki kontrak jangka panjang dengan negara-negara lain di luar Middle East atau Timur Tengah. Di antaranya kerja sama dengan Amerika.

“Kenapa harus Amerika? Karena mereka yang mempunyai volume minyak yang lebih, yang bisa kita lakukan. Pasti ada banyak pertanyaan, loh di Amerika kan 40 hari, di Middle East kan hanya 2-3 minggu. Benar. Jaraknya itu benar. Distribusi akan lebih lama. Akan lebih lama. Tetapi kita melakukan pesan jangka panjang secara di awal. Supaya metode penyaluran logistiknya bisa kita atur,” jelas dia.
 

Baca Juga: 

Bahlil Ungkap Dampak Geopolitik Dunia pada Pasokan Energi Global



Ilustrasi minyak mentah. MTVN

Menurut dia, hal ini sudah terbukti ketika Indonesia mengalihkan impor LPG dari tadinya mayoritas di Middle East menjadi 70 persen dari Amerika. Dia menyebut saat itu tidak ada masalah dalam proses pengiriman.

“Jadi gak perlu harus ada rasa cemas. Gak perlu. Pemerintah itu, mohon maaf atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami tuh gak tidur. Mencari akses terus, mencari jalan terus. Di samping kita puasa, kita gak tidur, badan turunin.  Karena memikirkan BBM nasional itu bukan cara berpikir abu leke. Mengerti Berto ya. Bukan asbun,” ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)