Mudik Lebaran 2026: Polresta Malang Siapkan Pospam dan Tes Kesehatan Sopir Bus

Pemeriksaan kesehatan sopir bus AKAP dan AKDP di Terminal Tipe A Arjosari, Selasa 10 Maret 2026/Polresta Malang Kota.

Mudik Lebaran 2026: Polresta Malang Siapkan Pospam dan Tes Kesehatan Sopir Bus

Daviq Umar Al Faruq • 11 March 2026 11:12

Malang: Polresta Malang Kota menyiapkan sejumlah pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan, kelancaran arus lalu lintas, serta pelayanan maksimal kepada masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Kapolresta Malang Kota Kombes Putu Kholis Aryana mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi dengan tingkat mobilitas tinggi selama masa libur Lebaran. Titik-titik tersebut dinilai rawan terjadi kepadatan kendaraan maupun peningkatan aktivitas masyarakat.

“Kami menyiapkan tiga pos pengamanan di sekitar Jembatan Universitas Brawijaya (UB), Exit Tol Madyopuro, dan Alun-Alun Merdeka. Sedangkan pos pelayanan akan didirikan di Stasiun Malang Kota Baru,” ujar Kombes Putu Kholis, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut dia, penentuan lokasi pos pengamanan didasarkan pada karakteristik pergerakan kendaraan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran. Beberapa titik diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan secara signifikan.



Rapat koordinasi bersama lintas sektoral, Senin 9 Maret 2026/Polresta Malang Kota.

Salah satunya kawasan Jembatan Universitas Brawijaya yang kerap menjadi jalur padat kendaraan menuju kawasan wisata Kota Batu. Sementara pos pengamanan di Exit Tol Madyopuro disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari luar daerah yang masuk melalui jalur tol menuju wilayah Kabupaten Malang bagian selatan. Adapun kawasan Alun-Alun Merdeka Malang dipilih karena berada di pusat aktivitas masyarakat yang dikelilingi pusat perbelanjaan, perbankan, tempat ibadah, hingga destinasi wisata kota.

Selain pospam dan posyan, kepolisian juga menyiapkan sejumlah pos pantau untuk memonitor perkembangan arus lalu lintas di jalur strategis. Pos pantau tersebut berada di Graha Kencana, Gedung Malang Creative Center, Landung Sari, Kacuk Barat, Jembatan Kedungkandang, serta Pos Pantau 12-0 sebagai pusat koordinasi pemantauan.

“Seluruh pos pantau akan memonitor pergerakan arus kendaraan yang masuk maupun keluar Kota Malang, baik dari arah Kota Batu maupun Kabupaten Malang. Informasi yang diperoleh akan dikirimkan ke Pos Pantau 12-0 sebagai pusat kendali.” jelas Putu Kholis. Jika terjadi kepadatan kendaraan, personel Satuan Lalu Lintas akan melakukan rekayasa lalu lintas. Tim urai kemacetan dari wilayah terdekat juga akan dikerahkan untuk memperlancar arus kendaraan.

Kombes Putu Kholis menegaskan pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik, tetapi juga arus balik serta peningkatan aktivitas wisata selama libur Lebaran di wilayah Malang Raya.

“Pergerakan masyarakat di Malang Raya sangat tinggi, terlebih dengan Kota Batu sebagai ikon destinasi wisata. Karena itu, kami bersinergi lintas sektoral agar masyarakat dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar selama momentum Lebaran,” tutur Putu Kholis.

Pemeriksaan Kesehatan Sopir Bus

Selain menyiapkan pengamanan di titik strategis, Polresta Malang Kota bersama Pemerintah Kota Malang juga memperketat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas menjelang arus mudik. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pemeriksaan kesehatan sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) di Terminal Tipe A Arjosari.

Pemeriksaan yang digelar pada Selasa, 10 Maret 2026, pukul 09.00 hingga 14.00 WIB itu diikuti 115 pengemudi dan awak bus. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan para sopir dalam kondisi prima sebelum menghadapi lonjakan penumpang saat musim mudik.


Pemeriksaan kesehatan sopir bus AKAP dan AKDP di Terminal Tipe A Arjosari, Selasa 10 Maret 2026/Polresta Malang Kota.

Pemeriksaan kesehatan melibatkan tim medis Dokkes Polresta Malang Kota, Badan Narkotika Nasional Kota Malang, serta Dinas Kesehatan Kota Malang. Rangkaian tes meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, tes laboratorium sederhana, pemeriksaan alkohol, tes narkoba, hingga konsultasi dokter. Hasilnya, sebagian besar sopir dinyatakan layak mengemudi.

Meski demikian, tim medis menemukan beberapa catatan selama pemeriksaan berlangsung. Di antaranya tekanan darah yang cukup tinggi pada beberapa pengemudi karena baru menempuh perjalanan jauh, serta satu sopir dengan respons pendengaran kurang baik sehingga perlu pemeriksaan lanjutan.

Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo menambahkan pemeriksaan kesehatan sopir bus merupakan langkah preventif untuk mencegah kecelakaan akibat faktor manusia atau human error. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Langkah ini bertujuan selain meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di saat mudik juga momen libuaran, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mengurangi fatalitas korban di jalan raya.” ungkap AKP Rio.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 115 pengemudi, rata-rata kadar gula darah dinyatakan normal dan seluruh tes narkoba menunjukkan hasil negatif. Petugas hanya menemukan satu pengemudi dengan kadar alkohol 0,2 yang masih dalam batas aman karena didampingi pengemudi cadangan. Sinergi antara Polresta Malang Kota, Pemkot Malang, BNN, serta Dinas Perhubungan diharapkan mampu mendeteksi sejak dini potensi gangguan lalu lintas sekaligus menjaga keselamatan pengemudi, penumpang, dan awak bus selama arus mudik Lebaran 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)