Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten Lebak Terendam Banjir

Petani Kabupaten Lebak menyelamatkan gabah agar tidak terendam banjir. ANTARA/HO-Distan

Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten Lebak Terendam Banjir

Whisnu Mardiansyah • 15 January 2026 17:25

Lebak: Ratusan hektare sawah di Kabupaten Lebak, Banten, terendam banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Kerusakan mengancam tanaman padi yang sebagian besar berusia 80 hari setelah tanam dan seharusnya siap panen pada Februari 2026.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, mengatakan luas tanaman padi yang terendam mencapai sekitar 136 hektare. Berdasarkan hasil pendataan, areal persawahan yang gagal panen seluas 50 hektare karena terendam hingga dua pekan. Sisanya, seluas 86 hektare, terendam hingga dua hari.

"Kami khawatir jika banjir itu merendam padi hingga satu pekan ke depan, dipastikan 86 hektare lainnya bisa puso," ujar Deni di Lebak seperti dilansir Antara, Kamis, 15 Januari 2026.

Areal persawahan yang terendam dan gagal panen paling parah tersebar di Kecamatan Cibadak dan Banjarsari. Letak persawahan di daerah tersebut merupakan langganan banjir saat curah hujan tinggi, terutama karena masuk kategori sawah tadah hujan tanpa irigasi memadai.
 


Meski demikian, pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan sarana produksi berupa benih padi dan pupuk untuk petani yang mengalami gagal panen. "Kami minta petani yang gagal panen agar cepat mengusulkan bantuan sarana produksi agar bisa melakukan percepatan tanam awal Februari mendatang," kata Deni.

Di lapangan, sejumlah petani di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, menyatakan mengalami kerugian akibat gagal panen di lahan seluas 20 hektare, dengan nilai kerugian mencapai Rp200 juta dari biaya produksi Rp10 juta per hektare.


Sejumlah orang berjalan di genangan air di pemukiman warga Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten dampak curah hujan tinggi. ANTARA/Mansur

"Kami bersama petani kini mengusulkan bantuan sarana produksi agar bisa kembali tanam," kata Iyang, salah seorang petani.

Kelompok Tani Desa Cisangu, Ahmad, mendesak Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov Banten segera membangun irigasi di Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, yang diduga menjadi penyebab banjir.

"Saya kira penyebab banjir itu disebabkan tidak berfungsinya saluran irigasi itu," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)