Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. Foto: Antara.
191 Stasiun BMKG di Daerah Siap Berikan Pendampingan Mitigasi Iklim
Anggi Tondi Martaon • 10 June 2026 17:47
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan seluruh infrastruktur mencakup 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah terbuka melayani koordinasi dan pendampingan mitigasi iklim. Ratusan stasiun tersebut disiagakan untuk menjawab kebutuhan pemerintah daerah (pemda) terkait data cuaca yang sangat spesifik.
"Bagi BPBD dapat berdiskusi, berkoordinasi langsung dengan 191 UPT atau stasiun-stasiun BMKG yang tersebar di seluruh Indonesia. Di setiap provinsi itu BMKG hadir di sana," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dikutip dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Faisal menjelaskan bahwa BMKG kini berkomitmen kuat untuk menggeser peran institusi yang tidak sekadar menjadi penyedia dokumen prediksi iklim di hulu. Melainkan, turun langsung mengawal program adaptasi dan mitigasi di tingkat tapak.
Pendampingan intensif dari stasiun BMKG di daerah ini dinilai krusial untuk membantu sektor riil masyarakat, khususnya para petani. Sehingga, langkah taktis dapat dirumuskan akibat mundurnya jadwal masa tanam pertama sebagai dampak kemarau panjang.
.jpg)
Ilustrasi iklim. Foto: Freepik.
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengimbau sektor pertanian memanfaatkan asistensi data daerah untuk beralih menanam komoditas hortikultura. Sebab, dinilai adaptif terhadap karakteristik cuaca kering selama pertengahan tahun ini.
"Selain itu, juga bisa mengoptimalkan irigasi teknis untuk daerah-daerah yang ada irigasinya dan juga menyesuaikan terhadap komoditas pertanian yang adaptif terhadap kondisi kering ini," ujar Ardhasena.