Pelepasan BTN Jakarta International Marathon 2026. Foto: dok Istimewa.
BTN Jakim 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Pengembangan Sport Tourism
Husen Miftahudin • 15 June 2026 11:01
Jakarta: Gelaran BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026 yang berlangsung selama dua hari pada 13-14 Juni 2026 diyakini memberikan dampak positif terhadap pengembangan sport tourism dan industri olahraga nasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan penyelenggaraan BTN Jakim menjadi bukti olahraga mampu mendorong masyarakat hidup lebih sehat sekaligus memberikan dampak positif terhadap pengembangan sport tourism dan industri olahraga nasional.
"Ini hal yang sangat positif, bagian dari upaya kita membuka jalan bagi masyarakat Indonesia yang lebih sehat, khususnya masyarakat Jakarta. Ini juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi karena sport tourism dan sport industry bisa berkembang. Dengan peserta mencapai 45 ribu orang, dampak ekonominya tentu sangat luar biasa dan mudah-mudahan terus berlanjut," ujar Erick, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 15 Juni 2026.
Erick menambahkan, Indonesia bersama sejumlah negara di Asia Tenggara tengah menjajaki pembentukan sirkuit marathon regional yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing olahraga lari di kawasan.
"Kalau di dunia ada Boston Marathon dan Tokyo Marathon, kenapa Asia Tenggara tidak punya event bersama? Mudah-mudahan pada 2027 atau 2028 Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina bisa memiliki sirkuit marathon Asia Tenggara yang menjadi ajang bersama bagi para pelari terbaik di kawasan," ucap dia.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan komitmen Danantara dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan olahraga yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Danantara selalu mendukung setiap kegiatan yang positif. Jakarta International Marathon merupakan salah satu event marathon yang sangat baik. Dampak ekonominya juga besar, dan kami berharap Jakarta International Marathon dapat berkembang menjadi salah satu major marathon di masa depan. Insyaallah mudah-mudahan. Karena itu, kita harus terus mendukung penyelenggaraannya," ujar Dony.
Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jakarta yang telah mendukung penyelenggaraan BTN Jakim 2026 sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung aman dan lancar.
"Kami Jakarta sangat bangga dan bahagia BTN Jakim bisa terlaksana dengan baik. Saya sangat berterima kasih, Pak Gubernur juga sangat berterima kasih kepada masyarakat Jakarta. Jakim berjalan dengan 45 ribu pelari yang luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi kalender kegiatan setiap tahun," harap Rano.
| Baca juga: Wagub DKI Harap Jakim Jadi Event Rutin Tahunan |

(Para peserta BTN Jakarta International Marathon 2026. Foto: dok Istimewa)
45 ribu pelari sukseskan BTN Jakim 2026
BTN Jakim 2026 yang dihelat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk diikuti puluhan ribu pelari dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan data panitia, BTN Jakim 2026 diikuti sebanyak lebih dari 45 ribu peserta, yang terdiri atas sekitar 5.500 pelari kategori 5K, 10.000 pelari kategori 10K, 21.300 pelari kategori Half Marathon (21K), dan 8.200 pelari kategori Marathon (42K).
Ajang ini juga diikuti 1.012 pelari internasional, menjadikan BTN Jakim sebagai salah satu ajang marathon dengan partisipasi pelari mancanegara terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah peserta turut mendorong tingkat hunian hotel di kawasan Sudirman, Senayan, dan Thamrin selama penyelenggaraan acara.
Pada kategori Open Marathon Putra, Kennedy Njogu Muhia dari Kenya tampil sebagai juara pertama dengan catatan waktu 2 jam 16 menit 23 detik. Posisi kedua ditempati rekan senegaranya, Ezekiel Kemboi Omullo, yang membukukan waktu 2:16:43, sementara peringkat ketiga diraih Abdi Asefa Kebede dari Ethiopia dengan waktu 2:20:04.
Di kategori Open Marathon Putri, pelari Kenya Alemnesh Herpha Guta berhasil meraih gelar juara setelah mencatatkan waktu 2:36:54. Meseret Dinke Meleka dari Ethiopia finis di posisi kedua dengan waktu 2:37:50, sedangkan peringkat ketiga menjadi milik Eunice Nyawira Muchiri yang juga mewakili Kenya dengan catatan 2:39:17.
Untuk kategori Marathon Nasional Putra, Robi Syanturi berhasil menjadi juara dengan catatan waktu 2 jam 27 menit 58 detik, mengungguli Nofeldi Petingko (2:28:20) dan Sedilta Pilon Nubatonis (2:33:20). Adapun pada kategori Marathon Nasional Putri, Isania Tarigan tampil sebagai juara dengan waktu 3:08:47, diikuti Cilpia Manalu (3:16:20) dan Sharfina Sheila Rosada (3:27:29).
BTN Jakarta International Marathon 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang lari terbesar di Indonesia dengan partisipasi puluhan ribu pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
Kolaborasi antara BTN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Danantara Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat posisi BTN Jakim sebagai ajang lari berkelas dunia sekaligus memperkuat ekosistem sport tourism dan industri olahraga nasional.