FBI Temukan 30 Senjata di Rumah Pelaku Penembakan Masjid San Diego

Sekitar 30 senjata api ditemukan di rumah dua remaja yang melakukan penembakan di kompleks masjid Islamic Center of San Diego di San Diego, California. (Anadolu Agency)

FBI Temukan 30 Senjata di Rumah Pelaku Penembakan Masjid San Diego

Willy Haryono • 20 May 2026 06:20

San Diego: Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengatakan bahwa dua remaja yang diduga melakukan penembakan mematikan di sebuah kompleks masjid di San Diego, California, telah bertemu secara online dan memiliki “kebencian luas” terhadap banyak kelompok.

Melansir kantor berita Associated Press dan CNN, Selasa, 19 Mei 2026, pihak berwenang menemukan sekitar 30 senjata api dan sebuah busur panah dalam penggeledahan rumah kedua tersangka.

Tiga pria tewas dalam penembakan di Islamic Center of San Diego pada Senin, 18 Mei, termasuk seorang petugas keamanan masjid.

Dua tersangka berusia 17 dan 18 tahun kemudian ditemukan tewas di dalam sebuah mobil di dekat lokasi kejadian dalam dugaan bunuh diri setelah serangan berlangsung.

Selain sejumlah senjata api, polisi juga menyita sebuah manifesto dari lokasi penggeledahan.

Otoritas AS belum mengungkap isi lengkap manifesto tersebut, tetapi menyebut dokumen itu berisi tulisan kebencian yang menyasar berbagai agama dan kelompok masyarakat.

“Kami masih berada pada tahap awal penyelidikan untuk menyimpulkan apakah Islamic Center of San Diego merupakan target spesifik,” kata pejabat FBI Mark Remily dalam konferensi pers.

“Kami sedang mengevaluasi dan menganalisis seluruh bukti yang ada,” lanjutnya.

Meski demikian, Remily mengatakan kedua remaja tersebut “jelas memiliki kebencian luas terhadap banyak orang.”

'Menyelamatkan Banyak Nyawa'

Beberapa jam sebelum penembakan terjadi, ibu salah satu tersangka sempat menghubungi polisi karena khawatir anaknya memiliki kecenderungan bunuh diri dan meninggalkan rumah sambil membawa senjata.

Polisi kemudian meluncurkan operasi pencarian, tetapi gagal menemukan tersangka sebelum penembakan terjadi.

Selain masjid, Islamic Center of San Diego diketahui memiliki sekolah untuk anak-anak usia lima tahun ke atas. Sejumlah anak berada di lokasi saat penembakan terjadi menjelang waktu makan siang, tetapi seluruhnya berhasil dievakuasi dengan selamat.

Polisi dan pihak masjid menyebut petugas keamanan yang tewas kemungkinan berhasil mencegah pelaku masuk lebih jauh ke dalam kompleks bangunan.

“Tak diragukan lagi beliau telah menyelamatkan banyak nyawa,” kata Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl.

Sebelumnya, Wali Kota San Diego Todd Gloria mengecam Islamofobia terkait penembakan di Islamic Center of San Diego.

"Kebencian tidak punya tempat di San Diego. Islamofobia tidak punya tempat di San Diego," kata Gloria kepada wartawan dalam konferensi pers beberapa jam setelah penembakan mematikan tersebut.

"Serangan terhadap satu warga San Diego adalah serangan terhadap seluruh warga San Diego, dan kami tidak akan tinggal diam," lanjutnya.

Baca juga:  Wali Kota San Diego Kecam Islamofobia usai Penembakan di Kompleks Masjid

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)