KAI Catat Angkutan Retail Tembus 82 Ribu Ton pada Awal 2026

Kereta api. Foto: Dok. PT Kereta Api Indonesia (Persero).

KAI Catat Angkutan Retail Tembus 82 Ribu Ton pada Awal 2026

Kautsar Widya Prabowo • 19 May 2026 15:30

Jakarta: Pemanfaatan layanan angkutan retail milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan peningkatan signifikan. KAI mencatat volume angkutan retail mencapai 82.129 ton sepanjang Januari-April 2026 atau meningkat 4,86 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba mengatakan, kereta api semakin menjadi pilihan utama dalam distribusi barang karena memiliki kapasitas besar, waktu tempuh yang terukur, serta mampu meningkatkan efisiensi biaya logistik dalam rantai pasok nasional.

“Kereta api semakin dipilih sebagai moda distribusi barang karena memiliki kapasitas besar, waktu tempuh yang lebih terukur, serta mendukung efisiensi biaya logistik dalam rantai pasok nasional,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2026.
 


Menurut Anne, penguatan angkutan logistik berbasis rel menjadi penting mengingat biaya logistik Indonesia saat ini masih berada di kisaran 15 hingga di atas 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih jauh di atas standar global yang berada di kisaran 7-8 persen.

“Efisiensi logistik akan berdampak langsung pada biaya produksi industri. Ketika distribusi barang menjadi lebih efektif, maka rantai pasok nasional juga akan bergerak lebih kompetitif,” lanjutnya.

Saat ini, KAI terus memperkuat kapasitas angkutan barang melalui peningkatan kemampuan sarana dan pengembangan pola distribusi berbasis rel. KAI mengoperasikan gerbong dengan kapasitas rata-rata 50 ton per gerbong dan tengah meningkatkan kapasitasnya menjadi 70 ton.


Kereta api. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Selain penguatan kapasitas, KAI juga mendorong integrasi layanan logistik dengan kawasan industri, pergudangan, dan pelabuhan. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi barang sekaligus meningkatkan efisiensi logistik nasional.

“Dengan jaringan operasional yang luas dan kapasitas angkut yang besar, kereta api memiliki potensi besar untuk mendukung distribusi logistik nasional yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” ucap Anne.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)