Bukan Cuma Modal, Pendampingan Jadi Kunci Sukses Bisnis UMKM

Ilustrasi UMKM. Foto: Dok. Istimewa.

Bukan Cuma Modal, Pendampingan Jadi Kunci Sukses Bisnis UMKM

Naufal Zuhdi • 21 May 2026 17:38

Jakarta: Akses permodalan dinilai bukan satu-satunya faktor utama yang dibutuhkan pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang di tengah ketatnya persaingan pasar. Faktanya, tanpa akses pengetahuan, jejaring, kepercayaan diri, dan pendampingan yang tepat, bisnis skala rumah tangga kerap jalan di tempat.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengintensifkan program Mekaarpreneur untuk mendorong pengusaha ultra mikro naik kelas. Inisiatif ini berfokus pada penyediaan inkubasi bisnis yang terarah guna mengatasi masalah mendasar UMKM, yakni keterbatasan literasi bisnis dan akses pasar.
 


"Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. Saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Ilmu yang saya dapat bisa saya share ke anggota kelompok," ujar Yuliana Dewi Putri, nasabah PNM Mekaar peraih juara 1 Mekaarpreneur lingkup Bekasi–Jakarta, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 18 Mei 2026.

Yuliana, yang kini sukses membesarkan bisnis minuman herbal (herbal drink), menjadi salah satu bukti nyata efektivitas program tersebut. Melalui Mekaarpreneur, para pelaku usaha rumah tangga tidak sekadar diberikan akses pembiayaan modal, melainkan juga penguatan mental usaha, pengembangan kualitas produk, hingga strategi membaca peluang pasar.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa tantangan pengusaha ultra mikro tidak berhenti pada modal semata. Banyak pelaku usaha yang menghadapi persoalan krusial seperti kurangnya pemahaman manajemen keuangan, tidak tahu cara mengemas (packaging) produk agar bernilai tambah, hingga minimnya keberanian untuk melakukan inovasi.

Pendekatan pemberdayaan berkelanjutan dinilai menjadi kunci. Pembiayaan bertindak sebagai pintu masuk, sementara pelatihan dan mentoring berkala dari PNM menjadi jembatan utama agar pelaku usaha kecil dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar.


Bisnis minuman herbal (herbal drink). Foto: Dok. Istimewa.

Melalui program ini, para nasabah dibimbing untuk mempresentasikan usaha secara profesional, membangun identitas merek (branding), serta berinteraksi dalam ekosistem kewirausahaan yang lebih luas. Pengalaman ini terbukti mengubah cara pandang pelaku usaha dalam mengelola bisnis mereka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)