Paparan publik MBAP. Foto: dok MBAP.
Emiten Batu Bara MBAP Cetak Laba Bersih USD1,37 Miliar di 2025
Husen Miftahudin • 21 May 2026 11:52
Jakarta: PT Mitrabara Adiperdana Tbk menutup tahun buku 2025 dengan tetap membukukan kinerja positif di tengah dinamika industri batu bara global, tekanan harga komoditas, dan tantangan operasional yang memengaruhi sektor pertambangan secara umum.
Emiten pertambangan batu bara berkode saham MBAP tersebut di sepanjang 2025 mencatat pendapatan sebesar USD164,87 juta dengan laba bersih sebesar USD1,37 juta.
Manajemen menyampaikan, di tengah kondisi pasar yang menantang, perseroan tetap menjaga fundamental keuangan yang sehat dengan posisi kas yang kuat, tingkat leverage yang terjaga, serta fokus pada efisiensi operasional dan optimalisasi biaya.
"Perseroan juga terus memperkuat tata kelola perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi, serta implementasi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional dan bisnis," ungkap manajemen MBAP dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2026.
| Baca juga: Ditopang Pertumbuhan Kredit, BNI Cetak Laba Rp5,6 Triliun pada Kuartal I-2026 |

(Paparan publik MBAP. Foto: dok MBAP)
Perkuat portofolio usaha di energi terbarukan
Sepanjang 2025, perseroan melanjutkan transformasi bisnis melalui penguatan portofolio usaha di sektor energi terbarukan, infrastruktur, dan agroindustri sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk membangun ketahanan bisnis yang lebih berkelanjutan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan baru di luar bisnis batu bara termal.
Memasuki 2026, perseroan memandang prospek usaha secara positif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Fokus strategis perusahaan akan diarahkan pada peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi kinerja anak usaha, pengembangan bisnis non-coal, serta penguatan sinergi antar lini usaha.
"Perseroan juga melihat peluang pertumbuhan dari meningkatnya perhatian terhadap transisi energi, pengembangan energi surya, serta kebutuhan akan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan," jelas manajemen.