Tim Kesehatan Hewan Kurban Mataram Temukan Sapi Sakit Mata

Petugas dari Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan obat mata pada sapi kurban yang terindikasi sakit mata di salah satu pedagang di Jalan Dakota, Mataram, Rabu, 13 Mei 2026. ANTARA/Nirkomala

Tim Kesehatan Hewan Kurban Mataram Temukan Sapi Sakit Mata

Silvana Febiari • 13 May 2026 13:20

Mataram: Tim Kesehatan Hewan Kurban Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan penyakit mata pada seekor sapi yang dijual pengepul di Jalan Dakota, Mataram.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Lalu Johari mengatakan penyakit mata yang dialami sapi tersebut diduga dipicu oleh debu. Kondisi itu kemungkinan terjadi saat proses pengiriman dari daerah asal, meskipun secara fisik sapi tersebut masih dalam keadaan sehat.

"Sapi yang mengidap penyakit mata sudah langsung kami berikan obat agar tidak menular ke sapi yang lain. Jika belum sembuh, besok kami tindak lanjuti lagi," katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026. 
 


Sapi yang mengidap penyakit mata tersebut ditemukan Tim Kesehatan Hewan Kurban saat turun melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik. Kegiatan tersebut  dipimpin langsung Johari.

Selain menemukan sapi dengan penyakit mata, Tim Kesehatan Hewan Kurban juga menangani seekor sapi yang mengalami luka pada bagian kaki dan punggung. Sapi tersebut kemudian diberikan obat karena lukanya dikerubuti lalat.

Lalat bisa membuat luka sapi semakin parah. Petugas langsung memberikan obat semprot agar luka cepat kering dan tidak dikerubuti lalat.

"Luka pada sapi itu bukan penyakit kulit atau gatal tapi murni karena luka mungkin akibat gesekan saat perjalanan dari kabupaten asal," ungkapnya.


Petugas dari Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memberikan menyemprotkan obat luka pada sapi kurban di salah satu pedagang di Jalan Dakota, Mataram, Rabu, 13 Mei 2026. ANTARA/Nirkomala

Berdasarkan hasil pantauan dan pengecekan kesehatan hewan kurban pada hari kedua ini, belum ada ditemukan kasus-kasus ternak yang berbahaya seperti sapi gila atau penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Semoga sapi kurban yang sudah kami berikan obat mata dan luka hari ini, besok sudah kembali sehat," harapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)