Ketua Majelis Wali Amanat USK, Safrizal ZA. Foto: Istimewa.
Profesor USK Diminta Teguhkan Komitmen dan Moral Akademik
Anggi Tondi Martaon • 12 May 2026 19:44
Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala (USK) mengukuhkan enam profesor baru. Pengukuhan tersebut dinilai momen penting untuk meneguhkan kembali komitmen dan moral akademik para cendekiawan.
Ketua Majelis Wali Amanat USK, Safrizal ZA, menegaskan bahwa jabatan profesor bukanlah titik akhir karier. Menurut dia, gelar akademik paling tinggi itu merupakan gerbang tanggung jawab intelektual yang lebih berat.
Safrizal menekankan bahwa ilmu tidak boleh berhenti sebagai capaian akademik semata. “Ilmu bukan sekadar capaian monumen karir akademik yang menjulang tinggi laksana mercusuar, sebaliknya ia bak tetes embun yang membasahi kerontangnya tanah di musim kemarau. Menjadi satu entitas yang cerah dan mencerahkan, dan entitas yang hidup dan menghidupi,” kata Safrizal melalui keterangan tertulis, Selasa, 12 Mei 2026.
"Di tengah dunia yang semakin pragmatis, profesor harus tetap menjadi teladan moral, penjernih di tengah kegaduhan, dan penuntun ketika masyarakat kehilangan arah,” ungkap Safrizal.

Pengukuhan enam profesor Universitas Syiah Kuala. Foto: Istimewa.
Safrizal juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga para profesor yang ikut menopang perjalanan panjang pengabdian akademik. “Sesungguhnya profesor tidak pernah lahir sendirian. Di belakang setiap ilmuwan besar, selalu ada keluarga yang ikut berjuang dalam diam,” sebut Safrizal.
Adapun enam profesor yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Zumaidar (Biologi Tumbuhan), Prof. Dr. rer.nat Ilham Maulana (Kimia Anorganik), Prof. Dr. Vivi Silvia (Ekonomi Mikro), Prof. Dr. Rizwan (Teknik Galangan Kapal), Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria (Radiologi Intervensi), dan Prof. Dr. Drs. Ir. Tarmizi (Matematika Komputasi).
Pengukuhan dihadiri Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Ir. Abubakar, jajaran Forkopimda Aceh dan Banda Aceh, para guru besar, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta insan media.