Ketua Panitia Pelaksana Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.
Kriyanusa 2026 Padukan Kerajinan Tradisional dan Teknologi Digital
Metro TV • 26 September 2026 17:23
Jakarta: Kriyanusa 2026 menghadirkan pameran kerajinan Nusantara yang dipadukan dengan berbagai program berbasis teknologi digital. Inovasi tersebut dihadirkan untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif bagi masyarakat dalam mengenal karya kriya.
Ketua Panitia Pelaksana Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan mengatakan rangkaian kegiatan tidak hanya berupa pameran, tetapi juga dilengkapi peragaan busana, gelar wicara, lokakarya, hingga pengalaman digital.
“Selain pameran, terdapat fashion show, talk show, penghargaan untuk stan terbaik dan kriya potensial, workshop atau loka karya, entertainment, serta berbagai pengalaman digital seperti digital immersive, hologram, dan membatik digital,” kata Ayu dalam Opening Ceremony Kriyanusa 2026, Sabtu, 26 September 2026.
Baca Juga :
Pameran Kriya Jadi Peluang UMK Perluas Pasar
“Melalui program-program tersebut kami ingin menunjukkan bahwa kriya budaya dapat berjalan berdampingan dengan teknologi dan inovasi,” ujarnya.
Ayu berharap perpaduan kriya dan teknologi dalam Kriyanusa 2026 dapat membuat masyarakat semakin mengenal serta mengapresiasi karya kerajinan dan budaya Indonesia.
410 Stan Kerajinan Nusantara
Pameran Kriyanusa 2026 menghadirkan ratusan stan dan peserta dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), kementerian dan lembaga, peserta umum, yayasan, hingga pelaku usaha. Ayu mengatakan, keberagaman peserta menjadi bagian penting dari penyelenggaraan pameran tahun ini.
“Pada penyelenggaraan tahun ini Kriyanusa menghadirkan 410 stan dengan 257 peserta yang berasal dari berbagai unsur, antara lain Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, serta berbagai kalangan masyarakat termasuk pengusaha UMK Indonesia,” kata Ayu.

Ratusan kerajinan nusantara dipamerkan dalam ajang Kriyanusantara 2026. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.
Ayu menambahkan, produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi ketat dan mencerminkan nilai estetika, budaya, tradisi, serta kearifan lokal. Beragam material digunakan, mulai dari kayu, kain, logam, kulit, anyaman, kertas, material daur ulang, hingga keramik.
“Produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil kerajinan tangan yang dibuat secara manual maupun dengan bantuan alat sederhana yang memiliki nilai estetika, budaya, tradisi, dan fungsi tertentu serta mencerminkan kearifan lokal,” kata Ayu.
Ayu juga berharap Kriyanusa 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga memperluas apresiasi masyarakat terhadap produk dalam negeri sekaligus membuka peluang pasar bagi para perajin.
“Kami berharap Kriyanusa 2026 dapat menjadi momentum untuk semakin mengangkat kriya Indonesia, memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri, membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin,” pungkas Ayu.
(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)