Pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping amat dinantikan. Foto: Xinhua
Enam Isu Utama yang Bakal Dibahas Trump-Xi Jinping di Washington
Muhammad Reyhansyah • 24 September 2026 15:18
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menjamu Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan puncak di Gedung Putih, Kamis, 24 September 2026.
Pertemuan tersebut menjadi pertemuan kedua kedua pemimpin tahun ini di tengah upaya menjaga stabilitas hubungan Washington dan Beijing.
Xi tiba di Washington pada Rabu, untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Dalam empat bulan sejak kedua pemimpin bertemu di Beijing pada Mei, perdagangan Tiongkok dengan dunia meningkat.
Sementara itu, Trump menghadapi tekanan akibat perang Iran dan tingkat kepuasan yang rendah, serta berupaya mendapatkan hasil ekonomi yang dapat disampaikan kepada masyarakat AS di tengah kenaikan harga.
Mengutip AsiaOne, berikut sejumlah isu utama yang membayangi pertemuan Trump dan Xi:
Perdagangan
Pasar menantikan kepastian mengenai perpanjangan gencatan tarif antara AS dan Tiongkok yang sebelumnya disepakati setelah pertemuan Trump dan Xi di Korea Selatan dan dijadwalkan berakhir pada 10 November.Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada Rabu bahwa setelah pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng, kedua pihak sepakat memperpanjang gencatan tarif tersebut hingga 10 Januari. Perpanjangan itu akan memberikan waktu tambahan untuk membahas kesepakatan perdagangan yang lebih luas.
Kesepakatan di Busan tersebut sebelumnya menghentikan perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia yang sempat memicu ancaman tarif timbal balik lebih dari 100 persen dan berisiko mengganggu rantai pasok global.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan kedua negara akan membuat sejumlah pengumuman mengenai pertanian dan hambatan nontarif.
Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan komitmen pengurangan tarif timbal balik yang mencakup perdagangan senilai USD30 miliar. Salah satu langkah yang dapat dilakukan Tiongkok adalah menurunkan tarif impor produk pertanian AS.
Pesawat dan produk pertanian
Trump juga diperkirakan akan mencari kesepakatan perdagangan yang dapat diumumkan menjelang pemilihan anggota Kongres AS pada November, termasuk pembelian pesawat Boeing dan produk pertanian dari AS.Greer mengatakan Tiongkok telah membuat kemajuan dalam komitmen pembelian 200 pesawat Boeing, tetapi belum ada indikasi mengenai pesanan tambahan.
Trump sebelumnya mengatakan pada Mei bahwa Tiongkok berpotensi meningkatkan pesanan Boeing hingga 750 pesawat. Namun, CEO Boeing Kelly Ortberg pekan lalu meredam ekspektasi mengenai kemungkinan pesanan baru dari Tiongkok saat pertemuan Trump-Xi.
Gedung Putih juga mengatakan setelah pertemuan pada Mei bahwa Tiongkok berkomitmen membeli sedikitnya USD17 miliar produk pertanian AS per tahun pada 2026, 2027, dan 2028.
Mineral tanah jarang
Kontrol Tiongkok terhadap mineral tanah jarang atau rare earth mineral juga menjadi salah satu isu penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.Beijing mendorong AS untuk menunda lebih lanjut aturan yang akan melarang ribuan perusahaan Tiongkok mengakses teknologi canggih AS. Sementara itu, Washington ingin Beijing melonggarkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang dan mineral kritis yang penting bagi industri teknologi tinggi.
Menurut konsultan AlixPartners, Tiongkok menguasai hingga 70 persen penambangan rare earth global, 85 persen kapasitas pemurnian, serta sekitar 90 persen produksi paduan logam dan magnet berbasis rare earth.
Tahun lalu, Tiongkok membatasi ekspor rare earth mineral sebagai respons terhadap tarif Trump dan langkah tersebut mengguncang pasar global.
Taiwan
Taiwan juga menjadi isu sensitif dalam pertemuan Trump dan Xi. Sejumlah sekutu AS di Asia khawatir Trump dapat melonggarkan dukungan Washington terhadap Taiwan demi memperoleh kesepakatan ekonomi dengan Beijing.Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Taiwan menolak klaim kedaulatan tersebut. AS tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, tetapi menjadi pendukung internasional dan pemasok senjata utama bagi pulau tersebut.
Trump mengatakan Xi menekan AS terkait penjualan senjata kepada Taiwan dalam pertemuan mereka pada Mei. Trump kemudian menyebut paket senjata yang nilainya dapat mencapai USD14 miliar sebagai “alat tawar-menawar”.
Beijing juga dilaporkan berharap Trump menyatakan secara terbuka bahwa AS menentang kemerdekaan Taiwan, bukan hanya menyatakan bahwa Washington tidak mendukung kemerdekaan Taiwan seperti formulasi kebijakan AS selama beberapa dekade.
Setiap perubahan sikap AS terkait Taiwan berpotensi menimbulkan kontroversi dan memicu pertanyaan mengenai komitmen Washington terhadap pertahanan Taiwan.
Pada Senin, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu dengan mitranya dari Jepang dan Korea Selatan. Ketiga negara kembali menyatakan dukungan terhadap Taiwan dan komitmen AS terhadap pertahanan kedua sekutunya di Asia tersebut.
Iran
Perang Iran juga menjadi bagian dari agenda hubungan AS-Tiongkok. Beijing memiliki hubungan dekat dengan Teheran dan menjadi pembeli terbesar ekspor minyak Iran.Washington melihat Xi sebagai pihak yang memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan terhadap Teheran. Namun, Xi sejauh ini menunjukkan sedikit kecenderungan untuk melakukan hal tersebut.
Bessent mengatakan Trump dan Xi akan melanjutkan pembicaraan mengenai hubungan keuangan Tiongkok dengan Iran selama pertemuan mereka.
Meski Washington menyatakan frustrasi terhadap Beijing, Bessent tidak menjatuhkan sanksi terhadap bank-bank Tiongkok ketika mengumumkan “serangan ekonomi” terhadap Iran bulan lalu dan memperingatkan negara-negara agar menghentikan hubungan bisnis dengan Teheran.
Reuters sebelumnya melaporkan Beijing menjual barang senilai miliaran dolar kepada Iran melalui skema penghindaran sanksi. Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan tidak mengetahui hal tersebut.
Kecerdasan buatan
Kecerdasan buatan atau AI juga dipandang sebagai bidang yang berpotensi menjadi ruang kerja sama antara AS dan Tiongkok.AI memiliki implikasi terhadap keamanan nasional, daya saing ekonomi, dan kemampuan militer. Kedua negara juga memiliki kekhawatiran mengenai penyalahgunaan teknologi tersebut.
Namun, persaingan AS dan Tiongkok dalam bidang AI diperkirakan membatasi ruang untuk kerja sama selain kesepakatan yang bersifat simbolis.
Bessent mengatakan setelah bertemu He Lifeng pada akhir pekan bahwa kedua negara membahas pembentukan dialog baru AS-Tiongkok mengenai AI.
Rubio juga mengatakan terdapat pembahasan awal mengenai mekanisme komunikasi yang “setara dengan hotline yang kami miliki selama Perang Dingin” untuk mencegah insiden berbahaya yang dapat berdampak pada ekonomi atau masyarakat, bahkan memicu konflik antarnegara.
CEO perusahaan AI AS Anthropic, Dario Amodei, bulan ini memperingatkan bahwa dominasi Tiongkok dalam AI dapat menimbulkan risiko keamanan bagi AS. Media pemerintah Tiongkok menolak pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari “pola pikir Perang Dingin”.
Dalam pidatonya di PBB pada Selasa, Trump kembali menyatakan penolakannya terhadap regulasi baru teknologi AI dan mengatakan lembaga penegak hukum AS akan mengambil tindakan terhadap sektor tersebut jika diperlukan.