Sebanyak 20 pelat baja jembatan penyeberangan orang (JPO) Bulungan di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hilang akibat dicuri. Dok. Instagram Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
20 Pelat Baja JPO Kyai Maja Jaksel Diduga Dicuri pada Dini Hari
Anggi Tondi Martaon • 23 September 2026 15:18
Jakarta: Dinas Bina Marga DKI Jakarta menindaklanjuti kerusakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kyai Maja di Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan. Sebanyak 20 titik pelat baja pada lantai tangga JPO dilaporkan hilang dan diduga akibat aksi vandalisme.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny (Wenny) mengatakan, hasil pengecekan di lokasi menemukan 20 titik plat baja yang hilang. Berdasarkan kondisi di lapangan, aksi tersebut diduga dilakukan pada malam hari menjelang subuh.
“Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, ditemukan sebanyak 20 titik pelat baja yang hilang. Berdasarkan kondisi di lapangan, aksi tersebut diduga terjadi pada malam hari menjelang subuh,” kata Wenny dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 23 September 2026.
Menindaklanjuti kerusakan, Dinas Bina Marga melalui Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan inventarisasi pada Selasa, 22 September 2026. Petugas sekaligus memastikan kebutuhan material untuk perbaikan.
Perbaikan pelat baja lantai tangga dijadwalkan dimulai pada Selasa malam. Perbaikan ditargetkan rampung Rabu, 23 September 2026.
Selama proses perbaikan, operasional JPO Kyai Maja dinonaktifkan sementara demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. JPO akan kembali dibuka setelah seluruh pekerjaan selesai dan fasilitas dinyatakan aman digunakan.

Ilustrasi perbaikan JPO. Foto: Antara.
Wenny menyayangkan aksi vandalisme terhadap fasilitas publik karena berpotensi mengganggu pelayanan dan merugikan masyarakat. Menurutnya, fasilitas penyeberangan dibangun dan dipelihara untuk mendukung keselamatan serta kenyamanan mobilitas warga.
“Dinas Bina Marga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik, khususnya infrastruktur kebinamargaan, agar tetap aman, nyaman, dan dapat digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Weny.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan kerusakan infrastruktur kebinamargaan kepada pemerintah.