Foto: Antara/Pemerintah Tangerang Kota/SBM ITB
Apa Perbedaan MRT, KRL, dan LRT? Ini Penjelasannya
Riza Aslam Khaeron • 21 September 2026 18:07
Jakarta: MRT, KRL, dan LRT merupakan moda transportasi berbasis rel yang beroperasi di Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, serta Bekasi. Ketiganya sama-sama menggunakan tenaga listrik untuk mengangkut penumpang, tetapi memiliki sistem operasi, kapasitas, hingga kecepatan yang berbeda.
Dilansir dari Facebook Pemprov DKI Jakarta, MRT, KRL, dan LRT dirancang untuk memindahkan banyak orang dengan jangkauan dalam kota maupun lintas kota yang berdekatan. Informasi serupa juga dijelaskan dalam laman PPID Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Tangerang.
Lalu, apa saja perbedaan MRT, KRL, dan LRT? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu MRT, KRL, dan LRT?
Dilansir dari laman PPID Kabupaten Bogor, KRL, MRT, dan LRT merupakan transportasi publik berbasis rel yang melayani mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga Jakarta.Berbeda dengan kereta api konvensional yang menggunakan lokomotif, ketiga moda transportasi ini bergerak menggunakan tenaga listrik sehingga lebih efisien untuk perjalanan perkotaan.
- MRT (Mass Rapid Transit) merupakan sistem transportasi cepat yang melayani perjalanan dalam kota dengan kapasitas besar dan kecepatan tinggi.
- KRL (Kereta Rel Listrik) adalah kereta komuter yang melayani perjalanan antarkota di wilayah Jabodetabek, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Rangkasbitung, hingga Cikarang.
- LRT (Light Rail Transit) merupakan transportasi rel ringan yang melayani perjalanan dalam kota maupun kawasan penyangga.
Perbedaan MRT, KRL, dan LRT
Dilansir dari Facebook Pemprov DKI Jakarta dan laman Pemerintah Kota Tangerang, berikut beberapa perbedaan utama MRT, KRL, dan LRT.1. Jumlah Rangkaian Kereta
Setiap moda transportasi memiliki jumlah gerbong yang berbeda dalam satu rangkaian.- MRT terdiri atas 6 kereta dalam satu rangkaian.
- KRL memiliki 8 hingga 10 kereta dalam satu rangkaian.
- LRT terdiri atas 2 hingga 4 kereta dalam satu rangkaian.
2. Kapasitas Penumpang
Kapasitas angkut penumpang ketiga moda transportasi ini juga berbeda.- KRL mampu mengangkut hingga 2.000 penumpang.
- MRT memiliki kapasitas sekitar 1.950 penumpang.
- LRT dapat mengangkut sekitar 600 penumpang.
3. Kecepatan Operasional
Dilansir dari Pemerintah Kota Tangerang, kecepatan maksimum masing-masing moda transportasi adalah sebagai berikut.- MRT memiliki kecepatan hingga 110 kilometer per jam.
- KRL memiliki kecepatan hingga 90 kilometer per jam.
- LRT juga memiliki kecepatan hingga 90 kilometer per jam.
4. Sistem Listrik
Meski sama-sama menggunakan tenaga listrik, sistem penyaluran listrik yang digunakan berbeda.- MRT menggunakan Listrik Aliran Atas (LAA).
- KRL juga menggunakan Listrik Aliran Atas (LAA).
- LRT menggunakan sistem listrik dari bawah atau Listrik Aliran Bawah (LAB).
5. Sistem Rel
Sistem rel yang digunakan juga berbeda.- MRT menggunakan sepasang rel seperti kereta pada umumnya.
- KRL menggunakan sepasang rel yang sama seperti sistem perkeretaapian konvensional.
- LRT menggunakan rel ketiga (third rail) yang berfungsi menyalurkan aliran listrik ke kereta.
6. Jangkauan Layanan
Jangkauan layanan ketiga moda transportasi ini juga berbeda.- MRT lebih berfokus melayani perjalanan dalam wilayah Jakarta.
- KRL melayani perjalanan antarkota di kawasan Jabodetabek.
- LRT melayani perjalanan dalam kota dan kawasan penyangga Jakarta.
Keunggulan MRT, KRL, dan LRT
Masing-masing moda transportasi memiliki keunggulan tersendiri.Keunggulan MRT
- Memiliki kecepatan perjalanan yang lebih tinggi.
- Cocok untuk mobilitas cepat di pusat kota.
- Kapasitas penumpangnya besar.
Keunggulan KRL
- Menjangkau wilayah yang lebih luas di Jabodetabek.
- Memiliki kapasitas penumpang terbesar.
- Menjadi transportasi andalan bagi para komuter.
Keunggulan LRT
- Frekuensi perjalanan lebih rapat atau memiliki headway yang singkat.
- Mendukung mobilitas di kawasan perkotaan dan penyangga.
- Efektif untuk perjalanan jarak pendek hingga menengah.
(Siti Nahdia Usman)