Kedubes Jepang Pererat Hubungan Bilateral dengan Tokoh Islam dan Akademisi

Kuasa Usaha ad Interim Jepang untuk Republik Indonesia, Myochin Mitsuru. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda

Kedubes Jepang Pererat Hubungan Bilateral dengan Tokoh Islam dan Akademisi

Eko Nordiansyah • 3 March 2026 11:13

Jakarta: Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Jakarta kembali menggelar acara buka puasa bersama yang digelar setiap tahun. Acara dalam rangka mempererat persahabatan antara Jepang dan Indonesia ini turut mengundang jajaran tokoh Islam, Ketua Dewan Pers, rektor perguruan tinggi, para pemimpin pesantren dan awak media.

Kuasa Usaha ad Interim Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru mengatakan, institusi pendidikan Islam di Indonesia terutama pesantren memegang peranan penting dalam membentuk pondasi sosial. Setelah mengunjungi Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), ia mengaku kagum dengan besarnya kontribusi perguruan tinggi Islam dan puluhan ribu pondok pesantren di Tanah Air.

"Saya mempelajari di Indonesia perguruan tinggi tidak hanya berada di naungan Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, tetapi juga di bawah Kementerian Agama. Saya menemukan, terdapat lebih dari 42 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia dan pondok-pondok itulah yang telah membentuk pondasi pendidikan,” ujar Myochin Mitsuru, dalam sambutannya saat menggelar buka puasa bersama media, Senin malam, 2 Maret 2026.

Baca Juga :

Indonesia-Jepang Sepakat Perdalam Kemitraan Ekonomi Strategis Melalui IJCD



(Kuasa Usaha ad Interim Jepang untuk Republik Indonesia, Myochin Mitsuru. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda)
 

Bangun pemahaman lintas budaya

Ia menjelaskan, sejak 2004 pemerintah Jepang telah mengundang lebih dari 190 pimpinan pondok pesantren untuk berkunjung ke Jepang. Melalui program JENESYS, para pemuda dari organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Masjid Istiqlal turut diberangkatkan ke Tokyo untuk membangun pemahaman lintas budaya.

Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths atau JENESYS sendiri merupakan program pertukaran pemuda antara Jepang dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Program ini ditujukan untuk mempromosikan pemahaman tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, sejarah, dan aspek-aspek lain dari Jepang.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIII Jamhari Makruf, mengatakan ia sangat mengapresiasi program JENESYS yang diusung Pemerintah Jepang. Menurutnya, program kunjungan tokoh-tokoh Islam ke Jepang sangat berarti sehingga berharap program tersebut terus dilanjutkan.

“Walaupun sekarang ini karena ekonomi keadaannya sedang tidak baik-baik saja, program kunjungan ke Jepang hanya dilaksanakan dua tahun sekali. Semoga program ini bisa diadakan setiap tahun, karena punya makna yang luar biasa,” tutur Prof. Jamhari, Senin 2 Maret 2026.

Selain program pertukaran tokoh, kerja sama pada literasi juga terus diperluas. Kedutaan Jepang, baru-baru ini, telah mendonasikan buku berbahasa Inggris tentang Jepang ke UIII dan tengah menjajaki bantuan hibah buku cerita untuk mendukung koleksi perpustakaan anak. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)