Selat Hormuz Ditutup, Bahlil: 25% Impor Minyak Mentah Indonesia 'Mandek'

Menteri ESDM Bahlil Lahadalila. Foto: Metro TV/Kautsar.

Selat Hormuz Ditutup, Bahlil: 25% Impor Minyak Mentah Indonesia 'Mandek'

Husen Miftahudin • 3 March 2026 17:03

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku penutupan Selat Hormuz oleh Iran berdampak pada pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia.
 
Bahlil menyebutkan, penutupan Selat Hormuz membuat 20,1 juta barel per hari pasokan minyak mentah terhambat. Indonesia sendiri, sekitar 20 persen hingga 25 persen impor minyak mentah 'mandek'.
 
"Dari total impor crude kita yang dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20 persen sampai 25 persen. Selebihnya kita ambil dari Afrika, Angola, Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brasil," kata Bahlil dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, Selasa, 3 Maret 2026.
 
Diketahui, total impor minyak mentah dan kondensat Indonesia pada 2025 tercatat sebanyak 17,58 juta ton. Adapun pemasok utama meliputi Nigeria (26,3 persen), Angola (21,2 persen), dan Arab Saudi (18,1 persen).
 

Baca juga: Selat Hormuz Ditutup, Apa Dampaknya Bagi Perekonomian Dunia?


(Ilustrasi angkatan laut IRGC di selat Hormuz. Foto: Tasnim)
 

Ketersediaan BBM dipastikan aman

 
Meski demikian Bahlil memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), termasuk elpiji, dalam keadaan aman terkendali. Dia menyebut, pasokan BBM dan elpiji di Indonesia masih tersedia hingga 21 hari ke depan.
 
"Khusus untuk menyangkut persiapan hari raya Idulfitri dan bulan puasa, alhamdulillah saya menyampaikan stok BBM kita, crude, elpiji, itu semua rata-rata di atas standar rata-rata minimum nasional 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari," tegas dia.
 
Bahlil menyebut, penyimpanan untuk ketahanan energi nasional Indonesia maksimal selama 25 hingga 26 hari. "Makanya pemerintah lagi sedang membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan tiga bulan, karena itu standar," tukas Bahlil.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)