Menhub Instruksikan Ramp check Konsisten Dilaksanakan

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhy. Foto: Antara.

Menhub Instruksikan Ramp check Konsisten Dilaksanakan

Anggi Tondi Martaon • 7 March 2026 12:47

Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan seluruh jajarannya untuk konsisten melakukan ramp check di seluruh moda transportasi. Hal itu harus dilakukan demi kelancaran dan keselamatan angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi.

"Terkait hal ini, saya telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhub untuk melakukan ramp check secara konsisten dan sesuai prosedur, sehingga semua sarana transportasi yang beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan,” kata Dudy dikutip dari Antara, Sabtu, 7 Maret 2026. 

Politikus PAN itu menegaskan keselamatan masyarakat selama masa angkutan Lebaran harus jadi prioritas utama. Sehingga, keselamatan angkutan lebaran dapat terjamin.

"Langkah ini penting untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan selama periode tersebut," ungkap Dudy.

Dudy menjelaskan di sektor transportasi darat telah dilakukan ramp check terhadap 27.664 unit bus sejak 23 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.516 unit diizinkan beroperasi, sedangkan sisanya diberikan peringatan perbaikan, dilarang beroperasi, hingga dikenakan sanksi tilang.

Di sektor transportasi laut, telah dilakukan uji kelaiklautan terhadap 832 unit kapal dari total armada sebanyak 840 unit kapal. Sementara di sektor transportasi penyeberangan, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 220 unit kapal dari total armada sebanyak 254 unit kapal.

Kemudian di sektor transportasi udara, telah dilakukan ramp check terhadap 372 unit pesawat dari total armada sebanyak 564 unit pesawat. Adapun pada sektor perkeretaapian, telah dilakukan ramp check terhadap 3.672 unit sarana dari total keseluruhan sarana sebanyak 3.687 unit.

Ia meminta seluruh operator transportasi untuk melakukan perawatan armada dengan baik, sehingga benar-benar memenuhi standar keselamatan sebelum beroperasi.

Ilustrasi ramp check. Foto: Istimewa.

Ia berharap seluruh pengguna transportasi umum mendapatkan pelayanan yang terbaik selama masa Angkutan Lebaran 2026. “Semua transportasi publik harus menjamin keselamatan penumpang dan wajib memberikan pelayanan yang optimal. Ini penting agar para penumpang merasa aman dan nyaman selama di perjalanan,” kata Dudy.

Adapun Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan penumpang Lebaran 2026 diperkirakan turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 146,4 juta orang menjadi sekitar 143,9 juta orang.

Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 16 Maret dan 18 Maret, setelah Kementerian Perhubungan mengusulkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk membantu mengurangi kepadatan arus mudik dan kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu untuk arus balik Lebaran, pemerintah mengusulkan penerapan WFA pada 25, 26, dan 27 Maret setelah masa cuti bersama Idulitri berakhir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)