Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyaksikan peluncuran rudal dari lokasi yang tak disebutkan. (KCNA / Anadolu Agency)
Kim Jong-un Pantau Langsung Uji Coba Rudal Jelajah dari Kapal Choe Hyon
Muhammad Reyhansyah • 14 April 2026 14:46
Pyongyang: Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal jelajah strategis dan rudal anti-kapal sebagai bagian dari pengujian operasional kapal perusak Choe Hyon, lapor media pemerintah KCNA pada Selasa, 14 April 2026.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memantau langsung uji coba tersebut bersama pejabat pertahanan senior dan komandan angkatan laut.
Menurut laporan KCNA yang dikutip Channel News Asia, dua rudal jelajah strategis dan tiga rudal anti-kapal ditembakkan untuk menguji sistem komando senjata terintegrasi kapal perang, melatih awak dalam prosedur peluncuran, serta memverifikasi akurasi dan ketahanan sistem navigasi yang telah ditingkatkan terhadap gangguan.
Rudal jelajah tersebut dilaporkan terbang selama sekitar 7.869 hingga 7.920 detik, atau lebih dari dua jam, sementara rudal anti-kapal menempuh waktu sekitar 1.960 hingga 1.973 detik, atau sekitar 33 menit, di perairan lepas pantai barat negara itu, sebelum mencapai target dengan tingkat akurasi yang disebut sangat tinggi.
KCNA juga melaporkan bahwa Kim menerima pengarahan terkait rencana sistem persenjataan untuk dua kapal perusak tambahan yang tengah dibangun, menandakan persiapan untuk kapal ketiga dan keempat dalam kelas Choe Hyon.
Kim menegaskan bahwa penguatan kemampuan pencegah nuklir tetap menjadi prioritas utama, serta menyerukan peningkatan kemampuan serangan strategis dan taktis, termasuk kesiapan respons cepat.
Armada Kapal Perusak
Korea Utara pertama kali menguji sistem senjata pada kapal perang berbobot 5.000 ton tersebut pada April 2025. Pada Juni, Kim mengumumkan rencana untuk membangun dua kapal perusak tambahan pada 2026, dengan target menugaskan dua kapal setiap tahun dengan kelas yang sama atau lebih maju.Profesor Lim Eul-chul dari Universitas Kyungnam menilai penyebutan kapal perusak keempat merupakan indikasi pertama bahwa pembangunan kapal tersebut telah berjalan, melampaui pengumuman sebelumnya.
“Penyebutan kapal ketiga dan keempat menunjukkan Korea Utara mempercepat pembentukan armada perusak, bukan sekadar mengoperasikan platform tunggal,” ujarnya.
Ia juga menilai pengembangan senjata Korea Utara semakin dipercepat di berbagai sektor, seiring upaya memanfaatkan distraksi global termasuk konflik di Timur Tengah untuk mendorong kemajuan permanen dalam kemampuan nuklir dan sistem pengirimannya.
Sementara itu, Kedutaan Besar Korea Utara di Beijing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Baca juga: Korea Utara Uji Mesin Roket untuk Rudal yang Dapat Menjangkau Daratan AS