Pembentukan Bursa Mineral Strategis Didukung untuk Referensi Harga

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Pembentukan Bursa Mineral Strategis Didukung untuk Referensi Harga

Fachri Audhia Hafiez • 20 August 2026 17:59

Jakarta: Rencana pemerintah membentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) didukung. BMKS dinilai sebagai fondasi Indonesia Reference Price yang transparan, berdaya tawar, dan dapat dipercaya.

“Ini momentum untuk memperbaiki hubungan antara sumber daya yang kita miliki dan nilai yang kembali kepada bangsa," kata Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (KAGEOGAMA) periode 2024–2027 Sonny Yudhistira dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026.
 


Langkah strategis pembentukan BMKS ini dinilai makin mendesak setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hasil pengawasan terhadap lebih dari 6.500 transaksi ekspor oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang menemukan potensi tambahan pendapatan sekitar USD5 miliar dari penyesuaian harga. Pemerintah menargetkan BMKS mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Wakil Ketua Umum KAGEOGAMA Mohamad Amin Ahlun Nazar menekankan bahwa nilai komoditas mineral dibentuk oleh tingkat keyakinan atas sumber daya, kadar, mutu, hingga rantai logistik. Karena itu, harga referensi nasional tidak boleh hanya sekadar menjadi angka administratif.

“Indonesia tidak kekurangan sumber daya. Tantangan kita adalah membangun rantai kepercayaan yang utuh dari data bor sampai kontrak jual-beli. Kalau data geologi yang membuktikan apa yang kita miliki tidak terhubung dengan standar mutu dan data transaksi yang membentuk harga, kita kehilangan sebagian kendali atas proses penciptaan nilainya," ujar Amin.


Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri di kediaman Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres.

Amin menambahkan bahwa wibawa sebuah benchmark harga dibangun melalui kepercayaan pasar pada data yang ada di belakangnya. Kredibilitas bursa tidak bisa sekadar dicapai melalui seremoni peluncuran, melainkan dibangun dari transaksi yang konsisten dan dapat diaudit secara berkala.

Menanggapi jadwal pemerintah yang menargetkan regulasi bursa terbit pada September 2026, KAGEOGAMA menyatakan kesiapannya untuk menyumbangkan basis keilmuan geologi dan pertambangan. Hal ini guna memastikan arsitektur data serta tata kelola BMKS berjalan akurat.

Keberhasilan BMKS pada akhirnya akan diukur dari kejujuran data, ketepatan penerimaan negara, posisi tawar hilirisasi nasional, serta keadilan manfaat bagi daerah penghasil sumber daya mineral.

(Fachri Audhia Hafiez)