Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari
Bidik Ekonomi 6%, Pemerintah Ajak Perusahaan Jerman Investasi di Indonesia
Andika Fauzan Azhari • 20 August 2026 13:10
Jakarta: Pemerintah Indonesia optimistis terhadap tren pemulihan dan penguatan ekonomi nasional. Indonesia mencatat capaian positif indikator makroekonomi nasional sekaligus memasang target pertumbuhan yang lebih agresif untuk tahun-tahun mendatang.
Hal tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI dengan German Federal Minister for Economic Cooperation and Development yang diselenggarakan di Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyampaikan kinerja ekonomi Indonesia pada paruh pertama tahun ini mencatatkan laju pertumbuhan yang sangat positif dan menjadi landasan kuat untuk mengakselerasi target berikutnya.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I adalah 5,05 persen dan ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun," kata Airlangga.
Airlangga menambahkan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan sasaran pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi hingga tahun depan, yang diharapkan dapat didorong melalui masuknya investasi strategis di sektor industri dan energi.
"Presiden meminta kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini sekitar 5,6 sampai enam persen. Pada tahun depan, ekonomi ditargetkan mencapai enam persen," tutur dia.
Untuk mencapai target tersebut, Indonesia mendorong kemitraan dengan Jerman di berbagai sektor prioritas, mulai dari energi terbarukan, manufaktur presisi, hingga penguatan pendidikan vokasi. Kemitraan ini dinilai krusial mengingat Jerman merupakan salah satu investor penting dengan lebih dari 250 perusahaan yang beroperasi di Tanah Air.

(Pertemuan Bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI dengan German Federal Minister for Economic Cooperation and Development. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari)
Respons positif delegasi bisnis Jerman
Menanggapi pemaparan tersebut, German Federal Minister for Economic Cooperation and Development, Reem Alabali Radovan, mengapresiasi dinamika perkembangan ekonomi Indonesia yang dinilainya sangat menjanjikan bagi para pelaku usaha global.Reem menyampaikan, potensi pasar Indonesia menjadi daya tarik utama bagi perusahaan-perusahaan terkemuka asal Jerman untuk memperluas ekspansi dan kerja sama investasi.
"Indonesia telah mengalami perkembangan ekonomi yang luar biasa dan menawarkan pasar yang menjanjikan bagi perusahaan-perusahaan Jerman," ungkap Reem.
Ia menambahkan, keterlibatan dunia usaha Jerman di Indonesia juga dibarengi dengan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemenuhan target energi bersih nasional.
"Perusahaan-perusahaan Jerman menawarkan teknologi terdepan di dunia dalam sektor energi serta berminat menjalin kemitraan jangka panjang yang didasari oleh rasa saling percaya," tegasnya.
Pertemuan bilateral ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi makro melalui skema kerja sama investasi jangka panjang. Sinergi antara target pertumbuhan nasional dan keunggulan teknologi Jerman diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian target ekonomi enam persen sekaligus memperkokoh posisi Indonesia di rantai pasok global.