Israel habiskan persediaan amunisi selama 30 tahun untuk perang tiga tahun. Foto: Anadolu
Perang Berkepanjangan Bebani Israel, Amunisi 30 Tahun Terkuras dalam Tiga Tahun
Muhammad Reyhansyah • 24 August 2026 10:03
Tel Aviv: Militer Israel dilaporkan telah menggunakan amunisi dalam jumlah setara dengan penggunaan selama 30 tahun dalam waktu kurang dari tiga tahun perang.
Kondisi itu disebut mulai membebani personel, peralatan militer, dan keuangan Israel.
Menurut laporan surat kabar Israel Maariv, aktivitas Angkatan Udara Israel selama periode tersebut juga setara dengan sekitar sembilan tahun operasi dalam kondisi normal. Sementara itu, tank dan kendaraan lapis baja Israel disebut telah menggunakan ribuan mesin akibat intensitas operasi.
“Militer masih dapat diganti atau diperbaiki, tetapi dampak terhadap personel dinilai jauh lebih sulit dipulihkan,” sebut laporan itu, dikutip dari TRT World, Senin, 24 Agustus 2026.
Militer Israel disebut telah kehilangan 1.138 personel, sementara 11.730 lainnya tercatat mengalami cedera fisik maupun psikologis. Jumlah personel yang mengalami trauma psikologis juga diperkirakan masih akan bertambah.
Tekanan juga mulai terlihat di kalangan prajurit karier. Sejumlah personel yang ditawari posisi komando disebut memilih jabatan di belakang garis depan yang lebih ringan atau meninggalkan dinas militer.
Di saat yang sama, Israel mempertahankan rata-rata sekitar 53 ribu pasukan cadangan dalam status aktif setiap hari.
Maariv memperkirakan satu bulan masa tugas pasukan cadangan pada tahun lalu menelan biaya sekitar 2,1 miliar shekel atau sekitar USD703 juta. Jumlah tersebut disebut setara dengan harga tujuh jet tempur F-35 atau 70 tank Merkava.
Saat ini, pasukan Israel masih ditempatkan di sejumlah wilayah yang disebut sebagai "sabuk keamanan" di Gaza, Lebanon, dan Suriah, selain wilayah pendudukan Tepi Barat yang menyerap porsi terbesar personel militer.
Di Gaza, lima batalion Israel ditempatkan di sepanjang garis yang dikenal sebagai Yellow Line, yang mencakup sekitar 60 persen wilayah Gaza, serta dua batalion tambahan di sepanjang perbatasan.