AS menjalankan operasi Absolute Resolve di Venezuela pada 3 Januari 2026. (US Air Force / Airman 1st Class Isabel Tanner)
Tujuh Tentara AS Terluka dalam Operasi Rahasia Penangkapan Maduro
Willy Haryono • 7 January 2026 08:43
Washington: Tujuh personel militer Amerika Serikat (AS) terluka dalam operasi rahasia untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu. Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan lima di antaranya telah kembali bertugas, sementara dua lainnya masih menjalani pemulihan.
“Seluruh personel yang terluka mendapatkan perawatan medis yang sangat baik dan berada di jalur pemulihan,” kata pejabat tersebut kepada media Business Insider pada Selasa, 6 Januari 2026, seraya menambahkan bahwa kondisi mereka terus membaik.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengungkap bahwa beberapa jam setelah operasi berakhir, “beberapa prajurit terkena tembakan” ketika pasukan AS menyerbu kompleks kediaman Maduro untuk menangkapnya bersama sang istri, Cilia Flores.
Trump kemudian menegaskan seluruh personel AS berada dalam kondisi baik, tidak ada korban jiwa dari pihak AS, serta tidak ada perlengkapan militer yang hilang. Sebuah helikopter sempat terkena serangan, namun tetap dapat beroperasi.
Operasi Kompleks dan Berskala Besar
Pejabat pertahanan AS menyebut keberhasilan misi yang sangat kompleks ini, dengan jumlah korban luka yang terbatas, mencerminkan tingkat keahlian tinggi pasukan gabungan AS. Hingga kini, belum diungkap secara rinci jenis luka yang dialami para prajurit maupun bagaimana cedera tersebut terjadi.Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan hampir 200 personel militer AS dikerahkan ke pusat kota Caracas, Venezuela, sebagai bagian dari operasi tersebut.
Operasi mendadak yang diberi nama Absolute Resolve ini merupakan hasil dari berbulan-bulan perencanaan dan latihan intensif, termasuk pembangunan replika kompleks kediaman Maduro. Trump menggambarkan lokasi tersebut sebagai bangunan dengan pengamanan ketat “layaknya benteng.”
Helikopter terbang rendah mengangkut tim penangkap yang terdiri dari aparat penegak hukum dan pasukan operasi khusus. Sementara itu, puluhan pesawat lain—mulai dari jet tempur, pembom, hingga drone—dikerahkan untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara Venezuela dan membuka jalur bagi pasukan darat.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengatakan personel udara yang beroperasi di atas Caracas siap mempertaruhkan nyawa demi melindungi pasukan di darat dan di helikopter. Pasukan AS menyerbu kompleks tersebut di bawah tembakan berat.
Selama operasi yang dimulai pada Jumat malam dan berlangsung hingga Sabtu pagi itu, sejumlah prajurit mengalami luka, namun seluruh pasukan berhasil dievakuasi.
Militer Venezuela dan Kuba menyatakan puluhan personel keamanan dari kedua negara tewas dalam serangan AS tersebut.
Baca juga: Korban Tewas Operasi Militer AS di Venezuela Jadi 80 Orang