Pergerakan Tanah Masih Terjadi di Lokasi Sinkhole Kabupaten Limapuluh Kota Sumbar

Sejumlah warga melihat dari jauh fenomena sinkhole yang terjadi di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (6/1/2026). Antara/Fandi Yogari

Pergerakan Tanah Masih Terjadi di Lokasi Sinkhole Kabupaten Limapuluh Kota Sumbar

Whisnu Mardiansyah • 6 January 2026 13:22

Padang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, menyebut pergerakan tanah masih terus terjadi di lokasi fenomena sinkhole atau tanah ambles di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari.

“Hingga saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi dan hal ini telah diantisipasi memasang garis polisi di sekitar sinkhole,” kata Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota, Alexandra, di Kabupaten Limapuluh Kota seperti dilansir Antara, Selasa, 6 Januari 2026.

Alexandra mengatakan petugas telah melakukan pendataan awal mengenai sinkhole tersebut. Dari pendataan diketahui lubang itu memiliki panjang 10 meter, lebar tujuh meter, dengan kedalaman mencapai 5,7 meter.

Pemasangan garis polisi di sekitar lokasi bertujuan mengantisipasi kemungkinan terburuk. Pihak berwenang mengkhawatirkan lubang dapat semakin membesar dan mengancam keselamatan warga.
 


“Kami terus mengimbau masyarakat untuk menjaga dan mematuhi peraturan, terutama tidak melewati garis polisi di sekitar tanah yang berlubang,” imbau Alexandra.

Secara terpisah, ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, menjelaskan fenomena sinkhole kerap terjadi di daerah batu kapur, seperti di Nagari Situjuah Batua. Kawasan ini sebenarnya merupakan daerah batu kapur yang tertutup material erupsi Gunung Sago, sehingga tidak terlihat jelas. Lahan subur ini umumnya dijadikan masyarakat sebagai area pertanian.


Sejumlah warga melihat dari jauh fenomena sinkhole yang terjadi di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (6/1/2026). Antara/Fandi Yogari

Sifat batuan kapur adalah mudah larut jika terkena air hujan, yang kemudian menciptakan retakan dan akhirnya lubang besar atau sinkhole. “Jadi, ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat lokal kerap menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih,” ujar Ade.

Menurutnya, pemerintah daerah atau masyarakat perlu segera menutup lubang tersebut dengan material tanah, pasir, batu, atau melakukan pengecoran untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)