KAI Daop 8 Surabaya Hentikan Sementara Perjalanan Kereta Api Imbas Gempa Pacitan

Stasiun Malang. Dokumentasi/KAI Daop 8 Surabaya.

KAI Daop 8 Surabaya Hentikan Sementara Perjalanan Kereta Api Imbas Gempa Pacitan

Daviq Umar Al Faruq • 27 January 2026 11:02

Malang: Gempa bumi tektonik magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa pagi, 27 Januari 2026. Dampak gempa yang dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur ini langsung memengaruhi operasional perkeretaapian.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api di lintas Bangil (BG)–Wlingi (WG) demi keselamatan penumpang. Penghentian operasional dilakukan sesaat setelah gempa dirasakan.

“Pada pukul 08.23 WIB, KAI Daop 8 Surabaya segera berkoordinasi dengan unit terkait. Seluruh perjalanan kereta api di wilayah tersebut dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk menunggu laporan dari petugas mengenai kondisi prasarana,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono di Malang.
 


Guncangan yang juga dirasakan hingga Stasiun Malang itu terjadi sekitar pukul 08.22 WIB. Tak berselang lama, KAI langsung mengaktifkan prosedur keselamatan darurat untuk mengantisipasi potensi gangguan pada jalur rel maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Langkah Berhenti Luar Biasa (BLB) diterapkan sebagai bentuk pengamanan standar pasca-gempa. Seluruh rangkaian kereta api ditahan untuk memberi waktu petugas memeriksa kondisi rel, jembatan, serta fasilitas prasarana lainnya di sepanjang jalur terdampak.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan guna memastikan tidak ada kerusakan struktural yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta. Setelah inspeksi lapangan rampung, prasarana perkeretaapian di wilayah yang merasakan gempa dinyatakan aman.


Stasiun Malang. Dokumentasi/KAI Daop 8 Surabaya.


Berdasarkan laporan petugas, kondisi jalur dinyatakan layak dilalui kembali pada pukul 09.01 WIB. Keputusan menghentikan perjalanan kereta api merupakan prioritas mutlak dalam situasi darurat.

“Setiap potensi risiko harus dipastikan aman terlebih dahulu sebelum perjalanan kereta api kembali dioperasikan,” tegas Mahendro.

KAI Daop 8 Surabaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas potensi keterlambatan perjalanan akibat langkah pengamanan tersebut. Pihaknya memastikan pemantauan di lapangan terus dilakukan dan informasi terbaru akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat.

KAI menegaskan komitmennya untuk selalu memberikan layanan transportasi yang aman dan andal. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi operasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)