Dinkes Kalsel catat kasus ISPA 3.990 kasus. ANTARA-HO/Diskominfokalsel.
Dinkes Kalsel Catat 3.990 Kasus ISPA, Banjarmasin Tertinggi
Whisnu Mardiansyah • 1 September 2026 12:06
Banjarbaru: Sebanyak 3.990 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di Kalimantan Selatan berdasarkan laporan gabungan dari puskesmas dan rumah sakit hingga Minggu, 30 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Diauddin mengatakan 3.506 kasus di antaranya dilaporkan dari puskesmas, sedangkan 484 kasus lainnya berasal dari rumah sakit.
“Data ini merupakan data mingguan sementara yang berasal dari gabungan laporan Puskesmas dan Rumah Sakit. Karena sifatnya mingguan, data terus kami pantau dan evaluasi untuk melihat perkembangan kasus ISPA di Kalimantan Selatan,” kata Diauddin di Banjarbaru, seperti dilansir Antara, Selasa, 1 September 2026.
Data tersebut masih bersifat sementara dan dihimpun secara berkala melalui laporan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota. Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan kasus ISPA di masing-masing wilayah.
Berdasarkan sebaran sementara per kabupaten/kota, Banjarmasin mencatat jumlah kasus ISPA tertinggi dengan 988 kasus. Selanjutnya, Banjarbaru mencatat 670 kasus, Hulu Sungai Tengah 405 kasus, Banjar 391 kasus, dan Barito Kuala 287 kasus.
Kasus lainnya tercatat di Hulu Sungai Selatan sebanyak 244 kasus, Tanah Laut 218 kasus, Kotabaru 210 kasus, Tabalong 181 kasus, Tanah Bumbu 135 kasus, Tapin 102 kasus, Balangan 81 kasus, serta Hulu Sungai Utara 78 kasus.
Diauddin mengingatkan angka kasus di suatu wilayah perlu dilihat berdasarkan laporan yang masuk dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Pemantauan tetap dilakukan secara berkala untuk mengetahui perubahan jumlah kasus di setiap daerah.

Ilustrasi kabus asap. Foto: Dok. Antara.
Menurut dia, pelayanan terhadap masyarakat yang mengalami gejala ISPA menjadi salah satu perhatian dalam pemantauan tersebut.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan masyarakat yang mengalami gejala mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan yang sesuai. Kami juga terus melakukan pemantauan melalui fasilitas kesehatan agar apabila ditemukan peningkatan kasus, dapat segera dilakukan respons,” kata Diauddin.
Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan terus menghimpun laporan dari puskesmas dan rumah sakit sebagai bahan evaluasi perkembangan kasus ISPA di seluruh wilayah provinsi tersebut.