BPBD Bandung Latih Kesiapsiagaan Warga Rusun Hadapi Gempa Bumi

Ilustrasi-Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/8). Dokumentasi BNPB

BPBD Bandung Latih Kesiapsiagaan Warga Rusun Hadapi Gempa Bumi

Roni Kurniawan • 29 August 2026 09:14

Bandung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menyiapkan simulasi penanganan gempa bumi untuk kawasan rumah susun (rusun). Simulasi ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan faktor krusial dalam menekan dampak bencana. Menurutnya, meski bencana tidak selalu bisa dicegah, risiko kerusakan bangunan dan korban jiwa masih dapat diminimalkan.

"Ada dua hal penting dalam mitigasi bencana, yaitu kerentanan bangunan dan kapasitas manusianya,” ujar Didi dalam rapat koordinasi persiapan simulasi di Kantor BPBD Kota Bandung, Jumat, 28 Agustus 2026.

 

Tahapan Simulasi dan Edukasi Warga

Didi menjelaskan, rangkaian pelatihan kebencanaan ini dirancang secara komprehensif melalui tahapan berikut:
  • Tahap Pemahaman (Tabletop Exercise/TTX): Peserta diberikan materi mengenai skenario gempa, pembagian peran, alur koordinasi dan komunikasi, serta langkah evakuasi darurat.

  • Tahap Praktik Lapangan: Setelah pemahaman teori matang, warga akan langsung mempraktikkan simulasi kejadian gempa sesungguhnya di lingkungan rusun.

Pengalaman langsung melalui simulasi ini dinilai sangat penting agar pemahaman warga tidak sebatas teori belaka. Warga diharapkan mengetahui persis tindakan pencegahan dan penyelamatan yang harus diambil sesaat setelah gempa mengguncang.


Simulasi penanganan gempa bumi untuk kawasan rumah susun (rusun). (Metrotvnews.com/Roni K)

Lebih lanjut, Didi berharap simulasi di kawasan rusunawa ini dapat menjadi model percontohan tanggap bencana yang bisa diterapkan di wilayah lain di Kota Bandung. Warga yang telah dilatih didorong untuk mampu menyebarluaskan pengetahuan kebencanaan ke lingkungan yang lebih luas.

"Bapak-Ibu sudah membantu tugas BPBD dan turut serta membantu masyarakat Kota Bandung untuk siap bersama membangun budaya tanggap bencana," tutup Didi.

(Lukman Diah Sari)