Contoh Khutbah Jumat tentang Tabah Menghadapi Musibah

Ilustrasi freepik

Contoh Khutbah Jumat tentang Tabah Menghadapi Musibah

Putri Purnama Sari • 28 August 2026 04:33

Jakarta: Musibah dan bencana merupakan bagian dari ujian kehidupan yang dapat dialami siapa saja. Dalam kondisi tersebut, umat Islam dianjurkan untuk tetap bersabar, memperbanyak rasa syukur, serta tidak kehilangan harapan dan terus berikhtiar.

Kesabaran menjadi salah satu sikap penting ketika seseorang menghadapi musibah. Melalui kesabaran, seorang Muslim diharapkan tetap teguh dan mengingat bahwa setiap ujian memiliki hikmah.

Dilansir dari NU Jatim, berikut contoh khutbah Jumat tentang tabah dalam menghadapi musibah yang dapat menjadi bahan renungan bagi umat Islam.

Khutbah Pertama



Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT serta memperbanyak rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Nikmat kesehatan, kesempatan, iman, dan Islam merupakan karunia Allah yang tidak akan mampu kita hitung satu per satu.

Allah SWT berfirman:



Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nahl: 18).
  Jemaah Jumat rahimakumullah,

Dalam kehidupan, manusia tidak akan terlepas dari nikmat maupun musibah. Islam mengajarkan dua sikap penting, yaitu bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar ketika menghadapi musibah.

Allah Swt. berfirman:

Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 155).

Sabar merupakan perisai bagi orang beriman dalam menghadapi berbagai ujian. Ketika ditimpa musibah, orang yang sabar akan mengingat Allah dan mengucapkan:

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”

Musibah bukan alasan untuk kehilangan harapan. Kesabaran harus disertai ikhtiar dan optimisme. Sebab, Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Allah SWT berfirman:

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS Al-Baqarah: 286).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Orang yang sabar bukanlah orang yang lemah atau mudah menyerah. Kesabaran justru membuat seseorang tetap kuat dalam menghadapi persoalan. Sebagaimana umat Islam pada masa Rasulullah SAW tetap teguh menghadapi berbagai tekanan dan ujian.

Allah SWT berfirman:

Artinya: “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran: 146).

Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar ketika menghadapi musibah. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana dan melindungi kita semua dari berbagai musibah.

Khutbah Kedua




(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)