Ilustrasi Medcom.id
Doa saat Dilanda Kekeringan: Arab, Latin dan Artinya
Putri Purnama Sari • 27 August 2026 04:54
Jakarta: Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki dan berada dalam puncak musim kemarau. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 76 hingga 80 persen wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau, dengan bulan Agustus menjadi periode puncak kemarau di banyak daerah termasuk Pulau Jawa.
Kemarau panjang dapat menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, umat Islam dapat memanjatkan doa kepada Allah Swt. agar diberikan hujan dan terhindar dari dampak kekeringan. Salah satu doa yang dapat dibaca ketika mengalami kekeringan adalah doa yang diriwayatkan dari Rasulullah saw..
Doa Saat Dilanda Kekeringan
Berikut bacaan doa yang dapat dipanjatkan ketika wilayah mengalami kekeringan akibat kemarau panjang:

Allahumma jallilna sahaban, katsifan, qashifan, daluqan, dhahuqan, thumthiruna minhu radzadzan, qith-qithan, sajlan, ya dzal jalali wal ikram.
Artinya: "Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kau hujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Zat yang Maha Agung lagi Maha Mulia."
Doa tersebut disebutkan dalam riwayat Abu Awanah dan dapat menjadi salah satu doa yang dipanjatkan ketika umat Islam menghadapi kondisi kekeringan.
Anjuran Saat Menghadapi Kekeringan
Kekeringan merupakan salah satu kondisi yang dapat terjadi ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang. Selain berdoa, masyarakat juga perlu menjaga penggunaan air agar tetap mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Umat Islam dapat memperbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah Swt., termasuk memohon turunnya hujan yang membawa manfaat.
Sementara dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan air juga perlu dilakukan secara bijak, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air akibat kemarau.
Dengan memperbanyak doa dan tetap menjaga lingkungan serta menggunakan sumber daya air secara bijak, masyarakat diharapkan dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih baik.