Puskesmas Panongan Tangerang Krisis Air Bersih Selama Dua Pekan

PMI Kabupaten Tangerang distribusikan air bersih ke Puskesmas Panongan. Metrotvnews.com/ Hendrik Setiawan

Puskesmas Panongan Tangerang Krisis Air Bersih Selama Dua Pekan

Hendrik Simorangkir • 22 July 2026 20:51

Tangerang: Puskesmas Panongan, Kabupaten Tangerang mengalami krisis air bersih selama dua pekan. Akibatnya, operasional pelayanan kesehatan terganggu. 

“Akibat musim kemarau, keterbatasan sumber air menjadi penyebab sulitnya memperoleh pasokan air bersih. Selama ini kita mengandalkan sumber air yang ada di sumur doang, karena lingkungan di sini zonanya tidak ada sumber,” ujar Pegawai Tata Usaha Puskesmas Panongan, Jainal Abidin, Rabu, 22 Juli 2026.

Untuk menunjang operasional, Puskesmas Panongan memerlukan sekitar 7.000 liter air bersih setiap hari. Air bersih itu diperlukan untuk menunjang pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan pasien hingga tindakan medis seperti persalinan. 
 


“Kami saat ini terpaksa menghemat penggunaan air agar pelayanan tetap berjalan. Air bersih sangat diperlukan untuk pelayanan kesehatan, terutama nanti untuk bersalin dan lain sebagainya,” kata Jainal. 

Saat ini, pihaknya baru menerima pasokan air bersih dari PMI Kabupaten Tangerang sesuai permintaan yang telah diajukan sebelumnya.

class=big_center

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang Hadi Fauzi mengatakan pihaknya telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih ke Puskesmas Panongan sesuai permintaan.

“Permintaan itu dari Selasa sudah kita terima. Kita distribusi hari ini dua kali pengisian itu 10.000 liter air, sesuai permintaan dari pihak Puskesmas,” kata Hadi. 

Pihaknya akan kembali mendistribusikan air bersih apabila menerima permintaan lanjutan dari Puskesmas Panongan. (Distribusi) Baru hari ini dan kita lihat nanti kalau memungkinkan Puskesmas butuh lagi akan dikomunikasikan kembali, ujar Hadi. 

Hadi menambahkan, PMI siap menyalurkan bantuan air bersih apabila ada permintaan dari fasilitas kesehatan maupun permukiman warga yang terdampak kekeringan.

“Saat ini permintaan yang masuk baru dua kecamatan, yakni Kecamatan Mekar Baru dan Curug. Kami siap untuk melayani distribusi air bersih,” ungkap Hadi. 

(Silvana Febiari)