Israel Buka Jalan Bangun Penjara Berparit Buaya untuk Tahanan Palestina

Israel akan melengkapi penjara dengan parit berisi buaya. Foto: Anadolu

Israel Buka Jalan Bangun Penjara Berparit Buaya untuk Tahanan Palestina

Muhammad Reyhansyah • 17 July 2026 20:10

Tel Aviv: Israel dilaporkan mengambil langkah hukum yang membuka jalan bagi usulan pembangunan penjara berkeamanan tinggi yang dikelilingi parit berisi buaya untuk menahan warga Palestina.

Menurut laporan media Israel, Channel 7, Kamis, 16 Juli 2026, Menteri Perlindungan Lingkungan Israel Idit Silman menandatangani aturan yang mengubah status buaya menjadi "satwa liar yang dikelola". 

Kebijakan tersebut memungkinkan lembaga pemerintah, termasuk Dinas Penjara Israel, memelihara buaya di fasilitas mereka dengan syarat tertentu.

“Perubahan aturan tersebut menghapus hambatan hukum yang sebelumnya menghalangi rencana tersebut karena buaya hanya boleh dipelihara di kebun binatang berizin,” tulis laporan tersebut, dikutip dari TRT World, Jumat, 17 Juli 2026

Usulan itu pertama kali disampaikan sekitar enam bulan lalu oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. Ia mengusulkan pembangunan penjara berkeamanan tinggi yang dikelilingi saluran air berisi buaya untuk mencegah upaya pelarian tahanan Palestina.

Channel 7 juga melaporkan Dinas Penjara Israel telah mulai mengkaji kelayakan proyek tersebut, termasuk mengunjungi kebun binatang untuk mempelajari cara penanganan dan perawatan buaya.

Menurut media tersebut, para pejabat menilai parit berisi buaya dapat mengurangi biaya pengamanan sekaligus meningkatkan keamanan penjara. Seekor buaya muda dilaporkan bernilai sekitar USD8.000, sedangkan buaya dewasa dapat mencapai USD20.000.

Hingga kini, Dinas Penjara Israel belum memberikan tanggapan mengenai laporan tersebut maupun lokasi yang akan dipilih apabila proyek itu direalisasikan.

Menurut berbagai laporan, sekitar 9.500 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israel.

Kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel menuduh para tahanan menghadapi kondisi penahanan yang buruk, termasuk kekurangan makanan, penyiksaan, dan minimnya layanan medis. Israel telah membantah berbagai tuduhan penyiksaan secara sistematis.

(Fajar Nugraha)