Ilustrasi Pexels
Dampak Perkawinan Anak: Dari Kesehatan hingga Melanggengkan Rantai Kemiskinan
Muhamad Marup • 9 May 2026 13:58
Jakarta: Perkawinan anak masih jadi tantangan di Indonesia. Dampak perkawinan anak tidak hanya kesehatan, tapi juga memperpanjang rantai kemiskinan.
Mengutip keterangan resmi Wahana Visi Indonesia (WVI), perkawinan anak membawa dampak jangka panjang yang sering kali tidak terlihat. Setelah menikah, banyak anak menghadapi tekanan mental, kehilangan dukungan sosial, serta beban peran yang belum siap mereka jalani.
Selain itu, anak-anak menilai perkawinan anak memperkuat siklus kemiskinan. Ketika pendidikan terhenti, kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang layak menjadi semakin sempit.
Anak-anak membutuhkan lingkungan yang mendukung agar tetap dapat bersekolah, memperoleh akses informasi kesehatan reproduksi yang aman dan sesuai usia, serta memiliki ruang aman untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut disalahkan atau dihakimi.
Data Perkawinan Anak
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 Badan Pusat Statistik (BPS), masih ada remaja Indonesia yang menikah di bawah umur. Survei mencakup 345.000 sampel rumah tangga yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Ilustrasi Pexels
Menurut data BPS, sekitar 19% remaja di Indonesia masih melangsungkan pernikahan anak pada tahun 2025. Data tersebut mencakup 2,16% remaja yang usia kawin pertamanya kurang dari 16 tahun dan 17,35% lainnya berusia 16-18 tahun.
Perempuan menjadi kelompok terbesar yang menjalin pernikahan anak. 3% remaja perempuan berusia kurang dari 16 tahun dan 23% berusia 16-18 tahun melangsungkan perkawinan.
BPS turut mencatat tingkat pendidikan remaja yang melakukan pernikahan anak. Mayoritas tercatat merupakan tamatan SD sederajat (39,9%), disusul mereka yang tidak pernah sekolah (39,1%) dan tamatan SMP sederajat (31%).
Pernikahan anak paling tinggi terjadi di perdesaan dengan persentase 24%, meski angka pernikahan anak di kota juga tinggi sebesar 15%.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com