Berbalik Arah, Dolar AS Menguat Tipis

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Berbalik Arah, Dolar AS Menguat Tipis

Eko Nordiansyah • 8 May 2026 08:58

New York: Sebagian besar mata uang Asia sedikit berubah pada Kamis, 7 Mei 2026, setelah mencatatkan kenaikan yang kuat pada sesi sebelumnya. Ini karena harapan akan kesepakatan perdamaian AS-Iran mendorong harga minyak turun tajam dan melemahkan dolar AS.

Dilansir dari Investing.com, Jumat, 8 Mei 2026, indeks Dolar AS diperdagangkan sebagian besar datar selama jam perdagangan Asia, setelah turun 0,4 persen semalam.

Mata uang Asia didukung oleh harga minyak yang lebih rendah

Mata uang regional menguat pada Rabu, setelah harga minyak anjlok lebih dari tujuh persen. Menyusul laporan Axios, Gedung Putih hampir mencapai nota kesepahaman dengan Iran yang bertujuan untuk mengakhiri konflik.

Harga minyak mentah yang lebih rendah memberikan kelegaan bagi perekonomian Asia yang mengimpor minyak, meredakan kekhawatiran atas inflasi dan neraca perdagangan yang meningkat setelah krisis Selat Hormuz menyebabkan harga energi melonjak dalam beberapa bulan terakhir.

Dolar AS tetap berada di bawah tekanan karena meredanya ketegangan geopolitik mengurangi permintaan aset safe-haven.

"De-eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah, seperti Iran menerima kesepakatan yang diusulkan AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap, dapat terus mendukung kenaikan FX Asia," kata analis MUFG dalam sebuah catatan.

(Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar)

Pasangan yen Jepang USD/JPY diperdagangkan datar setelah turun hampir satu persen pada sesi sebelumnya. Sementara pasangan mata uang yuan Tiongkok (USD/CNY) di pasar domestik dan USD/CNH di pasar luar negeri masing-masing turun 0,1 persen.

Pasangan mata uang won Korea Selatan (USD/KRW) naik 0,5 persen pada hari Kamis setelah anjlok 1,6 persen pada sesi sebelumnya. Sedangkan pasangan rupee India USD/INR naik tipis 0,2 persen, sementara dolar Singapura USD/SGD sebagian besar tidak berubah.

Neraca perdagangan Australia defisit

Pasangan dolar Australia AUD/USD diperdagangkan datar setelah data perdagangan domestik secara tak terduga menunjukkan defisit pada Maret, yang menggarisbawahi tekanan dari ekspor komoditas yang lebih lemah dan impor yang lebih tinggi.

Data yang dirilis Kamis menunjukkan Australia mencatatkan defisit perdagangan sebesar 1,84 miliar dolar Australia, meleset dari ekspektasi surplus sebesar 4,25 miliar dolar Australia.

Sementara itu, risalah dari pertemuan Bank Sentral Jepang pada Maret menunjukkan beberapa pembuat kebijakan melihat perlunya menaikkan suku bunga lebih lanjut jika guncangan energi akibat perang Iran berlanjut dan memperluas tekanan inflasi.

Perhatian kini beralih ke laporan penggajian AS pada Jumat untuk petunjuk lebih lanjut tentang arah suku bunga Federal Reserve.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)