Trump Pertimbangkan Opsi Militer Ambil Alih Pulau Kharg Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: The White House/Viory

Trump Pertimbangkan Opsi Militer Ambil Alih Pulau Kharg Iran

Muhammad Reyhansyah • 30 March 2026 18:08

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengemukakan kemungkinan pasukan AS mengambil alih Pulau Kharg di Iran.

Pulau Kharg bisa dikatakan sangat penting karena merupakan terminal utama ekspor minyak negara tersebut di Teluk Persia.

Dalam wawancara dengan Financial Times yang dipublikasikan pada Senin, 30 Maret 2026, Trump menyebut opsi tersebut sebagai bagian dari sejumlah pilihan yang tersedia bagi Washington.

“Mungkin kami akan mengambil Pulau Kharg, mungkin tidak. Kami memiliki banyak pilihan,” ujarnya, dikutip dari Telegraph India, Senin, 30 Maret 2026.

Ia juga menambahkan bahwa langkah tersebut kemungkinan mengharuskan kehadiran pasukan AS di wilayah itu untuk jangka waktu tertentu.

Ketika ditanya mengenai sistem pertahanan Iran di lokasi tersebut, Trump menyatakan, “Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan. Kami bisa mengambilnya dengan sangat mudah.”

Sebelumnya, AS telah melancarkan serangan udara yang disebut menargetkan posisi militer di pulau tersebut.

Di sisi lain, Iran memperingatkan akan melancarkan invasi darat terhadap negara-negara Arab di Teluk serta serangan lanjutan jika pasukan AS memasuki wilayahnya.

Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyatakan bahwa Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, telah memberikan persetujuan atas jalur pelayaran tanker minyak melalui Selat Hormuz.

Trump mengklaim adanya peningkatan jumlah kapal tanker berbendera Pakistan yang melintas di jalur tersebut sebagai bagian dari perkembangan terbaru.

“Mereka memberi kami 10 kapal tanker berbendera Pakistan. Sekarang mereka memberi 20, dan kapal-kapal itu sudah mulai berlayar dan melintas langsung di tengah selat,” klaim Trump.

Ia juga menegaskan peran Qalibaf dalam keputusan tersebut.

“Dialah yang memberi izin kapal-kapal itu kepada saya. Ingat saya pernah mengatakan mereka memberi saya hadiah? Ketika orang-orang mengetahui hal itu, mereka memilih diam dan negosiasi berjalan sangat baik,” ujar Trump.

Sementara itu, Qalibaf dikenal aktif menyampaikan pernyataan keras melalui media sosial selama konflik berlangsung, termasuk mengecam AS dan mengeluarkan berbagai ancaman. 

Namun, posisinya disebut semakin menguat di tengah melemahnya sejumlah tokoh senior dalam struktur pemerintahan Iran akibat konflik yang sedang berlangsung.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)